Kabupaten Madiun, Bhirawa – Pemkab Madiun menyalurkan 150 paket bantuan ikan segar dan produk olahan di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Jumat (26/6/2026). Langkah nyata ini dilakukan melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mencegah dan menangani stunting secara terpadu.
Upaya pemenuhan gizi secara masif di wilayah ini mulai menunjukkan dampak positif di lapangan. Berdasarkan data terbaru tahun 2026, angka stunting di Kecamatan Kebonsari berhasil ditekan hingga tersisa 2,95%. Meski demikian, intervensi gizi tetap digenjot, khususnya di Desa Balerejo yang masih mencatat 7 anak sebagai fokus perhatian utama.
Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Madiun, Ny. Erni Hari Wuryanto, SE mengapresiasi capaian ini sekaligus mengingatkan pentingnya konsistensi di lapangan.
“Penurunan angka stunting hingga 2,95% di Kebonsari adalah bukti bahwa intervensi gizi yang kita lakukan berjalan di jalur yang benar. Namun, tugas kita belum selesai. Melalui pemborongan paket ikan segar ini, kita ingin memastikan 7 anak yang menjadi fokus perhatian di Desa Balerejo mendapatkan asupan protein terbaik secara berkelanjutan agar mereka bisa tumbuh sehat dan lepas dari risiko stunting,” ujar Ny. Erni Hari Wuryanto.
Kabupaten Madiun sebenarnya memiliki modal besar untuk memenuhi kebutuhan gizi warganya secara mandiri. Wilayah ini kaya akan potensi perikanan darat dengan volume produksi ikan air tawar yang melimpah mencapai 510.100 kilogram. Ikan air tawar lokal ini dinilai memiliki kandungan protein premium dan asam lemak esensial yang tidak kalah tinggi dari ikan laut dalam mencegah stunting.
Namun, melimpahnya produksi belum berbanding lurus dengan kebiasaan konsumsi harian masyarakat. Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sudjiono, menegaskan tantangan yang harus dihadapi ke depan.
“Angka konsumsi ikan masyarakat kita yang baru menyentuh 14,71 kilogram per kapita per tahun ini harus menjadi refleksi sekaligus motivasi kuat bagi kita untuk terus mengoptimalkan kolaborasi dari hulu ke hilir,” tegas Sudjiono. [dar.wwn]


