Kota Batu, Bhirawa – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai melakukan pengosongan dan penataan area pekerjaan pelebaran jalan di kawasan Simpang Empat Patih. Selain pelebaran jalan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi, di persimpangan ini juga akan dibangun taman boulevard modern tanpa traffic light. Untuk itu Pemkot Batu telah menyiapkan anggaran Rp10 miliar dari APBD murni tahun 2026 untuk merealisasikan proyek ini.
Pengerjaan proyek ini ditargetkan akan selesai dalam waktu 150 hari kalender. Hingga Minggu (28/6), beberapa OPD terkait nampak membantu warga, pedagang, serta pemilik usaha untuk pengosongan kawasan ini dengan memindahkan barang- barang.
Proyek pelebaran jalan dan pembuatan boulevard di Simpang Empat Patih merupakan Proyek Strategis Daerah (PSD) yang menghubungkan empat ruas jalan utama Kota Batu. Yaitu, Jl Panglima Sudirman, Jl Trunojoyo, Jl Ingragiri, dan Jl Hasanudin yang kemudian disingkat PaTIH.
Para petugas gabungan dari tiga OPD meliputi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, dan DPUPR membantu warga di area pekerjaan memindahkan barang seperti, meja, kursi, lemari, dan perabot dengan menggunakan mobil. Warga membereskan dan memindahkan barang sesuai dengan tujuan masing-masing.
Seluruh proses dilaksanakan sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah dan ketentuan yang berlaku. “Pemerintah juga bagian dari masyarakat. Kita melewati jalan yang sama, merasakan perkembangan kota yang sama, dan nantinya menikmati manfaat pembangunan bersama,” ujar Esty Dwi Astuti, Kepala DPUPR Kota Batu saat dikonfirmasi, Minggu (28/6).
Ia menjelaskan dengan memiliki kawasan yang semakin tertata, aman, dan mudah diakses diharapkan memperkuat daya tarik Kota Wisata Batu. Hak ini diyakini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang bagi UMKM, pedagang, dan pelaku usaha lokal agar semakin tertata dan berkembang.
Tumbuhnya usaha dan perekonomian Kota Batu diharapkan ikut meningkatkan pendapatan daerah. Dana tersebut kemudian dikelola sesuai aturan untuk mendukung pelayanan publik serta pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan infrastruktur bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang telah bergotong royong. Setiap langkah hari ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan Kota Batu yang lebih tertata, aman, nyaman, dan bermanfaat bagi semua,” ungkap Esty.
Dengan dimulainya proyek preservasi berupa pelebaran jalan ini, diharapkan ruas jalan Kota Batu bisa lebih luas, lebih nyaman dan aman. Dengan demikian keberadaan infrastruktur bisa lebih bermanfaat terutama bagi para pengguna jalan. Apalagi simpang empat ini memiliki kepadatan arus kendaraan cukup tinggi.
Sebelum dilaksanakannya preservasi, Pemkot Batu telah menggelar sosialisasi kepada perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini mencari nafkah di kawasan Simpang Patih. Para PKL juga telah melakukan audiensi dengan Wali Kota Nurochman beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut menghasilkan beberapa poin krusial terkait masa depan para pedagang. Salah satunya adalah penyediaan beberapa alternatif tempat relokasi baru.
​Ada beberapa alternatif lokasi yang disiapkan untuk relokasi pedagang. Pertama di kawasan Bukit Bintang, kedua di area sekitar Pos Polisi Simpang Empat Patih, dan ketiga di depan Hotel Orchid.
“Bagaimanapun PKL membutuhkan lahan untuk tempat berdagang agar aktivitas ekonomi pedagang tidak mati total,” ujar Dwi Handoyono, perwakilan PKL Simpang Patih. [nas.kt]


