Kota Probolinggo, Bhirawa
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kota Probolinggo berlangsung dengan nuansa berbeda. Tidak ada aksi unjuk rasa, ratusan buruh justru merayakannya melalui tasyakuran dan dialog bersama pemerintah serta aparat keamanan, Jumat (1/5).
Kegiatan yang digelar di Kantor DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Probolinggo di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kanigaran itu diikuti sekitar 150 anggota. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Kapolres Probolinggo Kota Rico Yumasri, unsur TNI, perwakilan pengusaha, hingga BPJS Ketenagakerjaan.
Kapolres Probolinggo Kota, Rico Yumasri, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh seharusnya menjadi momentum memperkuat kolaborasi.
“May Day ini bukan hanya tentang perjuangan, tapi juga tentang bagaimana kita membangun komunikasi yang lebih baik antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan situasi yang kondusif dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan dialog menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas sosial.
“Kami mengedepankan cara-cara persuasif. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, potensi konflik bisa ditekan,” imbuhnya.
Ketua DPC KSPSI Kota Probolinggo, Donal Vinalio Boy, menegaskan komitmen serikat pekerja dalam menjaga iklim ketenagakerjaan yang sehat.
“Serikat pekerja harus menjadi jembatan. Aspirasi buruh harus tersampaikan, tetapi tetap melalui mekanisme yang tepat agar menghasilkan solusi yang adil dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyebut sinergi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha harus seiring sejalan. Apalagi ke depan ada rencana investasi baru yang diharapkan membuka lapangan kerja,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, investasi tersebut direncanakan masuk di kawasan Jalan Kerinci dengan luas sekitar 14 hektare.
Peringatan May Day yang dikemas melalui tasyakuran dan dialog ini berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Pendekatan kolaboratif yang dibangun dinilai menjadi contoh efektif dalam menjaga kondusivitas daerah. [irf.kt]


