31.1 C
Sidoarjo
Saturday, May 2, 2026
spot_img

Di Jatiduwur Jombang, Pegiat Budaya Doakan Kebangkitan Nusantara

Jombang, Bhirawa

Sejumlah pegiat budaya dan sejarah dari beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim) seperti dari Jombang, Trowulan Mojokerto, dan Kediri berkumpul di Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jumat malam (01/05), bertepatan puncak purnama dalam penanggalan Jawa. Di tempat tersebut, mereka berdoa bersama untuk kebangkitan Nusantara.

Sejumlah narasumber hadir pada acara tersebut pada jagongan budaya dan doa bersama tersebut. Seperti Budayawan Nasrul ilah atau Cak Nas, pemerhati sejarah Arif Yulianto atau Cak Arif, pemerhati sejarah Ari Hakim, pemerhati budaya Supriyadi, praktisi budaya, Isma Hakim, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri RM. Kuswartono, dan juga tokoh spiritual, Ki Budi Sejati.

Di awal acara, ditampilkan Tari Klono oleh anak-anak Desa Jatiduwur. Kemudian masuk acara ini, ditampilkan Tari Klono Wayang Topeng Jatiduwur sebagai simbol refleksi Raja Majapahit Hayam Wuruk menari menggunakan topeng berwarna emas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan jagongan budaya yang mengulas masa keemasan Nusantara pada masa Majapahit yang dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.

Pada jagongan budaya tersebut juga diulas tentang sosok Sang Proklamator, Ir. Soekarno atau Bung Karno yang mampu membawa Indonesia sebagai kekuatan yang sejajar dengan negara adikuasa seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Pengelola Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, Isma Hakim mengatakan, kegiatan dilaksanakan berdasarkan diskusi dan perenungan bahwa kebangkitan Nusantara harus dijemput, tidak hanya ditunggu.

Berita Terkait :  Satgas Pangan Kabupaten Malang Temukan Puluhan Beras Premium Terindikasi Dioplos

“Kami memilih malam puncak Purnama sebagai refleksi Prabu Hayam Wuruk menari topeng berwarna emas. Pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada inilah masa keemasan Majapahit terjadi,” kata Isma Hakim.

Isma Hakim berharap, dengan ulasan sejarah Raja Hayam Wuruk dan Bung Karno dan semangat kedua tokoh itu dapat menjadikan spirit bagi Indonesia untuk bangkit seperti kondisi Nusantara pada masa keemasannya yang terkenal dengan ‘Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Karto Raharjo’.

Sementara itu, pegiat sejarah Ari Hakim berharap, kegiatan seperti ini dapat memicu kegiatan yang sama di daerah-daerah lain.

“Untuk bersama-sama, berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kebangkitan Nusantara benar-benar segera diberikan kepada Indonesia,” pungkas Ari Hakim. [rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!