29 C
Sidoarjo
Thursday, April 30, 2026
spot_img

Rasiyo DPRD Jatim Dukung Penuh SMA Double Track: Harus Link and Match dengan Industri

DPRD Jatim, Bhirawa

Upaya mencetak lulusan siap kerja terus diperkuat oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur melalui program SMA Double Track. Program ini pun mendapat dukungan serius dari kalangan legislatif, khususnya Komisi E DPRD Jatim yang membidangi pendidikan.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menegaskan bahwa SMA Double Track merupakan langkah konkret dalam menjawab persoalan klasik lulusan SMA yang tidak seluruhnya melanjutkan ke perguruan tinggi, namun juga belum memiliki keterampilan kerja yang memadai.

Menurutnya, selama ini lulusan SMA cenderung berada di posisi tanggung, tidak cukup siap masuk dunia kerja karena minim keterampilan teknis. Sementara, kata Rasiyo, peluang melanjutkan pendidikan tinggi juga terbatas oleh faktor ekonomi.

“Program Double Track ini menjembatani kesenjangan itu. Siswa tetap mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga dibekali keterampilan vokasional yang aplikatif dan sesuai kebutuhan pasar kerja,” ujar Rasiyo, Kamis (30/4/2026).

Politikus Demokrat ini menjelaskan, dalam program ini siswa SMA mendapatkan pelatihan tambahan di luar jam pelajaran reguler, dengan berbagai pilihan bidang keterampilan seperti tata boga, desain grafis, multimedia, tata busana, teknik otomotif ringan, hingga kecantikan.

Bahkan, beberapa sekolah juga mulai mengembangkan keterampilan berbasis digital dan ekonomi kreatif yang saat ini memiliki peluang besar.

Rasiyo menilai, kekuatan utama program ini terletak pada fleksibilitas dan relevansinya dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, ia mendorong Dindik Jatim untuk terus memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), agar kurikulum pelatihan selalu update dan tidak tertinggal perkembangan zaman.

Berita Terkait :  Kemendikdasmen Salurkan Ratusan Perlengkapan Belajar Korban Erupsi Semeru

“Link and match dengan industri itu kunci. Jangan sampai siswa belajar keterampilan yang sudah tidak dibutuhkan di lapangan kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rasiyo juga menyoroti pentingnya sertifikasi kompetensi bagi siswa peserta Double Track. Dengan adanya sertifikat yang diakui, lulusan akan memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi ketika memasuki dunia kerja.

Selain itu, ia meminta agar pemerintah provinsi memperkuat dukungan sarana dan prasarana pelatihan di sekolah, termasuk menghadirkan instruktur yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Hal ini dinilai krusial agar kualitas pelatihan tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan skill yang siap pakai.

Tak kalah penting, Rasiyo menekankan perlunya pendampingan pasca kelulusan. Ia menyarankan agar Dindik Jatim tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi juga memfasilitasi penyaluran kerja melalui job matching, magang industri, hingga inkubasi bisnis bagi lulusan yang ingin berwirausaha.

“Kalau hanya dilatih tanpa diarahkan setelah lulus, dampaknya tidak akan maksimal. Harus ada ekosistem yang mendukung, mulai dari pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan kerja atau bantuan usaha,” katanya.

Rasiyo juga melihat program SMA Double Track memiliki potensi besar dalam menekan angka pengangguran terbuka di Jawa Timur, khususnya dari lulusan SMA. Dengan semakin banyak lulusan yang memiliki keterampilan, peluang untuk terserap di dunia kerja atau membuka usaha mandiri akan semakin tinggi.

Berita Terkait :  Konjen Australia Sambut Kedatangan Kapal Pesiar Le Lapèrouse di Tanjung Tembaga

Di sisi lain, ia mendorong evaluasi berkala berbasis data, termasuk melacak berapa persen lulusan Double Track yang berhasil bekerja atau berwirausaha. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar perbaikan kebijakan ke depan.

“Keberhasilan program ini harus terukur. Berapa yang terserap kerja, berapa yang buka usaha, itu harus jelas. Dari situ kita bisa tahu apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Dengan penguatan yang berkelanjutan dan dukungan lintas sektor, Rasiyo pun optimistis program SMA Double Track akan menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur.

“Ini sekaligus menjawab tantangan ketenagakerjaan di masa depan,” pungkasnya. [geh.kt]

Berita Terkait

3 COMMENTS

  1. Untuk mengatasi lupa pin brimo dan password Brimob anda bisa menghubungi CS BRI melalui chat WhatsApp di (0818_180_339) atau Anda bisa pilih menu lupa username atau password pada halaman login aplikasi Brimo.

  2. Untuk mengatasi lupa pin brimo dan password Brimob anda bisa menghubungi CS BRI melalui chat WhatsApp di (0818_180_339) atau Anda bisa pilih menu lupa username atau password pada halaman login aplikasi Brimo.

  3. Untuk mengatasi lupa pin brimo dan password Brimob anda bisa menghubungi CS BRI melalui chat WhatsApp di (0818_180_339) atau Anda bisa pilih menu lupa username atau password pada halaman login aplikasi Brimo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!