30.2 C
Sidoarjo
Saturday, May 2, 2026
spot_img

Jawa Timur Jadi Lumbung Hewan Kurban Nasional, Khofifah Tinjau Langsung Peternakan di Nganjuk

Nganjuk, Bhirawa

Jawa Timur membuktikan dirinya sebagai lumbung hewan kurban nasional yang andal menjelang perayaan Idul Adha 1447 H. Berkat kualitas ternak unggul yang sehat dan terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), provinsi ini mencatat surplus yang sangat besar dan siap menyuplai kebutuhan daerah lain.

Hal ini ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai meninjau langsung sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (2/5/2026).

Sebagai provinsi dengan populasi ternak terbesar di Indonesia, Jawa Timur menunjukkan ketangguhan sektor peternakannya dalam menjaga stabilitas pasokan nasional.

Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Timur Indyah Aryani, memeriksa langsung 200 ekor sapi berkualitas jenis PO, Limosin, dan Simental milik peternak Mursyid. Hasil produksi peternakan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan di Jawa Timur, tetapi juga sudah dikirim ke berbagai daerah seperti Kalimantan dan Boyolali, Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, kondisi sapi-sapi di sini sangat sehat dan besar. Bahkan ada yang bobotnya mencapai lebih dari satu ton, ini menunjukkan kualitas ternak kita sangat unggul,” ujar Khofifah.

“Pak Mursyid ini bisa menjadi pemasok utama untuk siapa saja yang membutuhkan hewan kurban. Insyaallah pasokan dari Jawa Timur bisa menopang kebutuhan provinsi lain, seperti yang sudah dilakukan ke Kalimantan dan Boyolali,” tambahnya.

Berita Terkait :  Forkopimda Kota Mojokerto Pastikan Bapok Aman Jelang Lebaran

Data resmi mencerminkan kelebihan pasokan yang sangat signifikan:

Sapi: Kebutuhan 70.550 ekor, ketersediaan 629.119 ekor → surplus 558.569 ekor, Kambing: Kebutuhan 297.900 ekor, ketersediaan 940.693 ekor → surplus 642.793 ekor, Domba: Kebutuhan 58.600 ekor, ketersediaan 484.468 ekor → surplus 452.868 ekor, Kerbau: Kebutuhan 10 ekor, ketersediaan 1.698 ekor → surplus 1.688 ekor,

“Kita bisa lihat sendiri, kebutuhan total hewan kurban di Jawa Timur hanya 427.060 ekor, sedangkan ketersediaan kita jauh melebihi jumlah itu. Artinya pasokan kita sangat cukup dan siap membantu daerah lain,” tegasnya.

Untuk menjamin kualitas dan keamanan, seluruh ternak telah mendapatkan vaksinasi, menerapkan sistem keamanan pangan hewan (biosecurity), serta perawatan rutin. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengerahkan tenaga kerja dan alat pendukung yang besar, terdiri dari 950 dokter hewan, 1.500 paramedik hewan, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat. Pemeriksaan dilakukan secara ketat baik sebelum maupun sesudah penyembelihan, khususnya setelah adanya kasus PMK pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kami selalu memastikan semua hewan kurban sehat dan layak dikonsumsi. Jika ditemukan gejala penyakit, kita akan segera menutup tempat pemeliharaan dan pasar hewan untuk mencegah penyebaran. Langkah ini sudah kita lakukan secara konsisten selama dua tahun terakhir,” ujarnya.

Dengan ketersediaan yang melimpah dan terjamin kesehatannya, Jawa Timur tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memperkuat peranannya sebagai lumbung ternak nasional yang terpercaya, aman, dan sesuai syariat Islam. [aya.kt]

Berita Terkait :  Kampanye Pasangan Luluk-Lukman Janjikan Subsidi Pupuk Hingga 50 Persen

Berita Terkait

6 COMMENTS

  1. Cara Membatalkan Pengajuan (FINPLUS) Kamu bisa menghubungi layanan Live Chat via WA/(+62856=188=1118=], ikuti Arah customer service Layanan real-time 24/7.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!