Kota Batu, Bhirawa – Keberadaan Proyek Strategis Daerah (PSD) bernilai miliaran Rupiah di Kota Batu tidak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) mengabaikan pròyek atau program lain yang berskala kecil yang manfaatnya menyentuh langsung masyarakat. Seperti keberadaan proyek areservasi Simpang Empat Patih (SEP), Pemkot Batu memastikan tak menghentikan pelayanan perbaikan jalan rusak dan berlubang yang banyak dikeluhkan warga.
Dinas PUPR Kota Batu melalui Bidang Bina Marga terus melakukan penanganan jalan secara bertahap. “Perbaikan jalan rusak termasuk penutupan jalan berlubang akan terus berjalan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Esty Dwi Astuti, Kepala DPUPR Kota Batu, Senin (29/6).
Dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, DPUPR memiliki bebeapa program perbaikan jalan. Di antaranya, penutupan lubang jalan berlubang di Jl Pattimura Gang VI. Keberadaan jalan ini cukup strategis karena jalan yang berlokasi di Kelurahan Temas ini menjadi penghubung lalu- lintas warga menuju MAN Kota Batu.
Selain itu, DPUPR saat ini juga tengah melaksanakan perbaikan grill drainase dan pengaspalan di Jl Imam Bonjol. Grill ini merupakan penutup saluran air berbentuk kisi-kisi yang membantu air masuk ke saluran sekaligus menjaga lubang drainase tetap aman.
Dalam proses perbaikan, petugas memperkuat keberadaan grill dengan posisi sejajar dengan badan jalan. Kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan agar permukaannya lebih rata sehingga kendaraan dapat melintas dengan lebih halus, aman, dan nyaman.
DPUPR menentukan lokasi perbaikan jalan ini dengan memperhitungkan anggaran pemeliharaan, ketersediaan material, kondisi ruas jalan, dan kebutuhan pekerjaan lainnya. Prioritas diberikan pada jalan yang memerlukan tindakan segera, dilalui banyak kendaraan, rawan kecelakaan, serta penting bagi aktivitas masyarakat.
“Kami memahami bahwa setiap kerusakan jalan dapat memengaruhi perjalanan dan keselamatan warga. Karena itu, setiap laporan yang masuk kami terima, catat, dan tindak lanjuti melalui pemeriksaan lapangan,” jelas Esty.
Saat ini belum semua titik perbaikan jalan telah tertangani. Namun hal ini bukan berarti laporan masyarakat diabaikan. Perbaikan jalan dilakukan bertahap berdasarkan tingkat kerusakan, urgensi, kewenangan, serta sumber daya yang tersedia agar anggaran dan material digunakan tepat sasaran.
DPUPR juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang terus peduli dan menyampaikan laporan. Informasi dari warga membantu kami mengetahui kondisi di lapangan serta menentukan penanganan yang paling dibutuhkan.
Diketahui, saat ini Pemkot Batu tengah menyiapkan Proyek Strategis Daerah berupa reservasi jalan di kawasan Simpang Empat Patih. Dalam proyek bernilai Rp10 milyar ini Pemkot akan melakukan pelebaran jalan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi. Kemudian di persimpangan ini juga akan dibangun taman boulevard modern tanpa traffic light.
Pengerjaan proyek ini ditargetkan akan selesai dalam waktu 150 hari kalender. Dan saat ini beberapa OPD Pemkot Batu tengah melakukan pengosongan kawasan pekerjaan Simpang Empat Patih. [nas.kt]


