27.2 C
Sidoarjo
Sunday, June 28, 2026
spot_img

Pemkab Probolinggo Targetkan Akses 35 Jembatan Pulih Tahun Ini

Pemkab Probolinggo, Bhirawa. – Dua dari 21 jembatan prioritas yang rusak akibat banjir di Kabupaten Probolinggo masih dalam proses pengerjaan. Pemkab mentargetkan seluruh penanganan 35 titik jembatan terdampak tuntas tahun ini.

Kondisi itu terungkap saat Bupati Probolinggo, dr Mohammad Haris turun langsung memantau sejumlah lokasi pembangunan jembatan di Kecamatan Tiris dan Krucil, Sabtu (27/6). Ia didampingi Dandim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Ribut Yudo Apriantono, Kepala DPUPR Hengki Cahyo Saputra, sejumlah anggota DPRD, serta jajaran Forkopimka setempat. Rombongan menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi di wilayah pegunungan.

”Alhamdulillah masyarakat sudah bisa beraktivitas kembali. Dari penanganan 35 titik jembatan, hampir semuanya sudah selesai. Dari 21 jembatan prioritas, tinggal dua titik lagi yang masih dalam proses penyelesaian. Insya Allah tahun ini kita targetkan seluruhnya selesai sehingga masyarakat dapat menikmati akses yang lebih baik,” kata Haris.

Kerusakan jembatan akibat banjir dinilai berdampak luas terhadap mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, kegiatan ekonomi, hingga akses pendidikan dan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Percepatan pemulihan disebut tidak lepas dari sinergi Pemkab dengan TNI melalui program pembangunan jembatan perintis. Bupati Haris menegaskan kolaborasi itu akan terus diperkuat.

”Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan TNI sangat membantu percepatan pembangunan jembatan sehingga masyarakat tidak terlalu lama kehilangan akses. Kolaborasi seperti ini akan terus kami perkuat untuk mendukung pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Berita Terkait :  Cegah Banjir Susulan, TNI-Polri Bersama Warga Pasang Bronjong di Jatibanteng Situbondo

Di sela pemantauan, Bupati Haris juga mengecek kondisi ruas jalan kabupaten dan berdialog langsung dengan warga soal kebutuhan infrastruktur setempat. Ia meminta pemerintah desa dan masyarakat ikut mengawasi kendaraan bertonase tinggi yang melintas agar tidak mempercepat kerusakan.

”Kita membangun dengan biaya yang tidak sedikit. Karena itu mari kita jaga bersama. Jangan sampai jalan dan jembatan cepat rusak akibat kendaraan yang melebihi kapasitas. Jika infrastruktur ini dirawat dengan baik, manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tandasnya. [fir.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!