Situbondo, Bhirawa. – Ketua Perhimpunan Penyandang Disabilitas Situbondo (PPDiS), Luluk Ariyantiny, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong penyandang disabilitas menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mandiri dan tangguh. Penguatan ini tidak hanya berfokus pada peluang kerja formal, tetapi juga pengembangan wirausaha berbasis potensi lokal, seperti kerajinan batik.
Hal itu disampaikan Luluk, saat acara penutupan pelatihan membatik yang diikuti 16 peserta dari kalangan disabilitas yang ada di Kecamatan Mangaran dan Kecamatan Panji kemarin. Ikut hadir Kepala UPT BLK Situbondo, Bahtiar Santoso, Sekdis Ketenagakerjaan Agung Wintoro, perwakilan Unars, Ainur Rofik serta Camat Mangaran.
Luluk menyatakan bahwa keberhasilan membangun UMKM disabilitas membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pelatihan, hingga perguruan tinggi. Pihaknya mengapresiasi peran Balai Latihan Kerja (BLK), Universitas Abdurrahman Saleh (Unars), serta BPJS Ketenagakerjaan yang terus mendampingi para anggota.
“Untuk menjadi UMKM yang tangguh, tidak cukup hanya berbekal keterampilan dasar. Kita membutuhkan dukungan komprehensif, mulai dari pelatihan, pendampingan kelembagaan, hingga jaminan perlindungan kerja,” ujar Luluk.
Salah satu fokus pengembangan usaha yang terus didorong adalah produksi batik ciprat. Teknik ini dinilai ramah dan memudahkan penyandang disabilitas ragam fisik, mental, maupun intelektual untuk tetap berkarya dan mengekspresikan seni. “Setiap helai kain batik yang dihasilkan memiliki nilai filosofis dan keunikan tersendiri yang menjadi daya tawar di pasar,” tutur Luluk.
Meski demikian, Luluk mengingatkan para peserta pelatihan agar tidak mengharapkan hasil yang instan dalam membangun usaha. Proses pembentukan UMKM yang solid membutuhkan waktu, konsistensi, dan semangat kerja sama yang kuat, sebagaimana yang telah diterapkan oleh kelompok usaha bersama di delapan desa pendampingan PPDiS.
“Melalui pendampingan yang intensif dari BLK dan dukungan akademis untuk penguatan manajemen usaha, PPDiS optimistis kelompok usaha batik disabilitas di Situbondo mampu berkembang pesat dan berdaya saing secara berkelanjutan,” pungkas Luluk.[awi.ca]


