Surabaya, Bhirawa – Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuat inovasi memafaatkan limbah kulit buah jadi pembersih sepatu di beri nama Smartfoam.
Pembersih sepatu berbentuk foam berbasis eco-enzyme yang dirancang untuk membersihkan sepatu tanpa perlu menggunakan air dalam proses aplikasinya, Kamis (10/9).
Ketua tim Smartfoam, Baroatus Silmi, menjelaskan bahwa ide pengembangan produk berangkat dari kebutuhan akan produk perawatan sepatu yang praktis, dan sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan, dimana limbah kulit buah sebelumnya tidak memiliki nilai guna diupayakan menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali.
“Smartfoam memanfaatkan eco-enzyme dihasilkan melalui pengolahan limbah kulit buah, bahan kemudian diformulasikan bersama bahan pendukung berupa methyl ester sulfonate, air, NaCl, dan essential oil, penggunaan bentuk foam membuat produk lebih praktis untuk diaplikasikan pada permukaan Sepatu,” jelasnya.
Lanjut Baroatus mengatakan solusi pembersih sepatu praktis tanpa penggunaan air memanfaatkan limbah kulit buah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna, berharap inovasi dapat salah satu bentuk penerapan gaya hidup berkelanjutan di kalangan masyarakat.
“Inovasi ini ditujukan bagi berbagai kelompok pengguna, mulai dari mahasiswa dan pelajar, pekerja, komunitas pencinta sepatu, hingga masyarakat urban yang membutuhkan produk perawatan sepatu yang mudah digunakan,” pungkasnya.
Baroatus mengukapkan pemanfaatan eco-enzyme dari limbah kulit menjadi bagian dari upaya menerapkan prinsip zero waste, terutama mengurangi dan memanfaatkan kembali limbah organik.
“Kami melakukan pengujian laboratorium, hasil pengujian menunjukkan produk ini memiliki daya hambat sebesar 25,5 milimeter terhadap bakteri staphylococcus aureus, hasil menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengembangan Smartfoam, terutama dari aspek kebersihan produk,” ungkapnya.
Baroatus menyampaikan pengembangan Smartfoam masih terbuka luas, tim berencana melakukan penyempurnaan, melalui pengembangan varian aroma, penyediaan kemasan travel size, dan kerja sama dengan pemasok bahan baku.
“Ke depan, ingin mengembangkan Smartfoam, dari sisi varian aroma, kemasan travel size, maupun kerja sama dengan pemasok bahan baku, terbuka berkolaborasi dengan komunitas pencinta sepatu dan komunitas lingkungan agar manfaat inovasi ini dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” imbuhnya.
Baroatus berharap tidak berhenti sebagai produk dalam program kreativitas mahasiswa, dari limbah yang semula dibuang, lahir sebuah produk yang diharapkan dapat memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi. [ren.wwn]


