Surabaya, Bhirawa – Tim peneliti dari Laboratorium Elektrokimia dan Korosi Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembangkan prototipe baterai isi ulang aluminium-udara berbasis air bernama AluBayu di Aula Oedjoe, Departemen Teknik Kimia ITS Lantai 2.
Baterai dengan sistem dual-hydrogel diproyeksikan sebagai solusi penyimpanan energi masa depan yang aman dan ramah lingkungan, inovasi teknologi mendapatkan dukungan pendanaan oleh PT Pertamina Persero merupakan pengembangan strategis dalam mendukung kemandirian teknologi nasional, Kamis (10/9).
Ketua tim peneliti Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng mengatakan komponen teknologi dikembangkannya menyerap sumber daya biomassa lokal, antaranya anoda dari aluminium, elektronik padat dari gel polymer electrolyte yang terbuat dari sabut kelapa, serta elektronik cair yang memanfaatkan NaCl dari air laut, dan terdapat komponen katoda yang bersumber dari nikel dan besi.
“AluBayu memiliki keunggulan dimana mengunakan sistem elektrolit ganda berperekat padat, memisahkan jenis elektrolit antara kutub anoda yang merupakan kutub negatif dan katoda sebagai kutub positif, pemanfaatan dua jenis elektrolit yang berbeda itu berfungsi dalam mengoptimalkan reaksi kimia antara logam aluminium dan oksigen udara,” jelasnya.
Lanjut Prof Heru menjelaskan bahwa satu modul prototipe AluBayu terdiri 20 sel berukuran kompak yakni 4×6 cm dengan bobot sekitar 20,2 gram. “Modul mampu menghasilkan tegangan nominal sekitar 11,6 Volt dengan nilai arus dan daya eksisting sekitar 0,15 mA, spesifikasi baterai ini dinilai memiliki prospek utilitas yang sangat tinggi untuk aplikasi spesifik,” ungkapnya.
Wakil Rektor IV bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Agus Muhamad Hatta ST MSc PhD mengukapkan keunikan baterai aluminium-udara berbasis air laut dan aluminium lokal (dual-hydrogel).
“Pengembangan sangat solutif memenuhi kebutuhan energi di daerah pesisir, pinggiran, dan wilayah terluar, jadi inovasi ini sejalan dengan semangat ITS untuk menjadi kampus yang berdampak kepada masyarakat,” pungkasnya.
Senior Specialist Technology Innovation Downstream dan New Energy PT Pertamina Persero Haryo Satriya menmabhakan Pertamina melihat inovasi sebagai baterai masa depan, keunggulannya ringan dan berbasis bahan baku ramah lingkungan, AluBayu sangat potensial untuk diaplikasikan pada perangkat penunjang darurat.
“PT Pertamina sebagai mitra mendukung pengembangan AluBayu sampai masuk ke tahap hilirisasi, Namun, beberapa catatan yang masih harus terus dikembangkan, salah satunya yakni daya tahan baterai yang masih lemah, selanjutnya prototipe akan kita bawa ke Jakarta ditelaah dan dikaji lebih lanjut bersama arah kebijakan manajemen perusahaan,” imbuhnya. [ren.wwn]


