Kota Malang, Bhirawa – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi sekaligus menjaga kualitas pendidikan tinggi. Di sela-sela prosesi wisuda yang meluluskan 941 mahasiswa, Kamis 10/9, Rektor UIBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi, mengungkapkan bahwa tradisi wisuda bertema (thematic graduation) yang digagasnya telah berlangsung sejak 2012 dan menjadi pelopor pertama di Indonesia.
Nurcholis menegaskan agar tidak ada pihak atau perguruan tinggi lain yang mengklaim sebagai pencetus awal konsep wisuda tematik tersebut. Menurutnya, UIBU-yang sebelumnya bernama IKIP Budi Utomo-sudah konsisten mendobrak formalitas prosesi wisuda sejak belasan tahun lalu.
“Wisuda itu tidak harus kaku atau formal terus-menerus. Sejak 2012 saya sudah mulai dengan wisuda tematik, mendatangkan berbagai tokoh. Pakaian dan toganya pun didesain keren dan berwibawa sesuai tema,” tegas Nurcholis.
Prosesi wisuda kali ini dirancang tidak hanya sebagai selebrasi akademik, melainkan ruang hiburan dan apresiasi bagi para orang tua, suami, istri, maupun anak dari para wisudawan. Panggung hiburan yang menghadirkan bintang tamu yang pernah dihaadirkan seperti Kerispatih dan Cundamani (Denny Caknan) khusus untuk memberikan kebahagiaan bagi keluarga lulusan.
Selain konsep acara yang inklusif, UIBU menanamkan nilai-nilai world class entrepreneur ke dalam jiwa para lulusannya. Nurcholis menjelaskan bahwa esensi hidup adalah berkreasi dan berwirausaha secara mandiri.
“Kreativitas itulah yang membedakan seseorang dengan yang lainnya. Kami ingin semua alumni UIBU memiliki jiwa entrepreneurship-jiwa yang mandiri, berani berwirausaha, dan pantang menyerah,” tambahnya.
Nilai kebudiutamaan ini bahkan telah diintegrasikan ke dalam kurikulum kampus yang diakui secara nasional, khususnya pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Tidak sekadar berfokus pada selebrasi, prosesi wisuda ini diselingi aksi kepedulian sosial. Seluruh civitas akademika, mulai dari dosen hingga wisudawan, menggalang dana bantuan untuk korban bencana alam di Kalimantan dan NTT.
Panitia menyediakan fasilitas pembayaran digital via QRIS selama acara berlangsung untuk memudahkan penyaluran donasi. Penggalangan dana ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebudiutamaan dan empati sosial tetap melekat erat dalam setiap momentum krusial di UIBU.
Di sisi lain, UIBU terus menunjukkan peningkatan mutu institusi. Di bawah kepemimpinan Dr Nurcholis Sunuyeko MSi, seluruh program studi (prodi) di UIBU telah terakreditasi, mulai dari jenjang pascasarjana hingga sarjana, dengan predikat Baik Sekali hingga Unggul.
Berbagai prodi seperti Pendidikan Jasmani dan Rekreasi, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Ekonomi, hingga Fakultas Teknik telah mengantongi akreditasi Baik Sekali.
Sementara itu, Program Studi Pendidikan Sejarah dan Sosiologi resmi meraih predikat Akreditasi Unggul. “Unggul itu tempatnya tertinggi, tetapi bebannya juga berat. Karena itu kami memohon kepada para alumni, khususnya dari Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, untuk memberikan andil dan pengabdian sebesar-besarnya agar predikat Unggul ini tetap terjaga. Sementara untuk prodi lainnya, mari berusaha keras supaya tahun depan semuanya bisa menyusul menjadi Unggul,” ujar Nurcholis.
Pada prosesi wisuda kali ini, UIBU juga mencatatkan rekor tersendiri pada jenjang magister. Jika biasanya program pascasarjana meluluskan sekitar 30 hingga 40 mahasiswa, pada wisuda kali ini sebanyak 104 mahasiswa pascasarjana resmi dilantik.
Sebagai komitmen pelayanan prima, UIBU menyerahkan ijazah secara langsung saat prosesi wisuda bagi lulusan yang telah memenuhi seluruh persyaratan akademis maupun administrasi. Menutup sambutannya, Rektor UIBU mengajak seluruh masyarakat dan alumni untuk terus menyebarkan kabar baik mengenai perkembangan serta prestasi kampus UIBU hingga ke tingkat internasional. [mut.wwn]


