Gresik, Bhirawa – PT Petrokimia Gresik, menyiapkan 443.436 ton pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani, pada musim tanam Oktober 2026–Maret 2027. Jumlah tersebut, berada di atas ketentuan stok pengaman pemerintah untuk menjaga kelancaran distribusi.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, bahwa ketersediaan pupuk perlu dijaga karena kebutuhan meningkat saat musim tanam. Stok itu terdiri atas 95.645 ton urea, 261.858 ton NPK Phonska, 70.054 ton pupuk organik Petroganik, 4.116 ton ZA, dan 11.763 ton SP-36.
“Paling utama kebutuhan petani tercukupi, tidak ada kendala, apalagi pada saat musim tanam,” ujarnya.
Selain memastikan ketersediaan, Petrokimia Gresik mendorong pemupukan berimbang untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kesuburan tanah. Berdasarkan pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik rendah.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengelolaan kesehatan tanah, agar pupuk digunakan secara efektif dan produktivitas pertanian dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Perusahaan memperkenalkan pola pemupukan 5:3:2, untuk tanaman padi, yang terdiri atas 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram NPK, dan 200 kilogram urea per hektare. Penerapannya tetap disesuaikan dengan kondisi tanah, kebutuhan tanaman, dan rekomendasi teknis setempat.
Untuk mendukung kesinambungan pasokan, Petrokimia Gresik mengoptimalkan Warehouse Management System (WMS). Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport). Sistem tersebut digunakan untuk mengelola gudang, transportasi, aktivitas pelabuhan, serta pasokan bahan baku dan produksi.
Ditambahkan Daconi dengan stok yang memadai, harus disertai distribusi tepat waktu dan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman. Kombinasi ketiga aspek tersebut diharapkan menjaga kelancaran musim tanam, meningkatkan hasil pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. [kim.kt]






