Kabupaten Madiun, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Audisi Dai Cilik yang diinisiasi oleh Jawa Pos Radar Madiun. Festival Dai Cilik tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Madiun sangat antusias, berani saat tampil dan menunjukkan potensinya di pendopo Muda Graha Madiun, Kamis (8/10).
Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, MH menegaskan bahwa esensi dari perlombaan ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara. Hal yang jauh lebih penting adalah keberanian peserta untuk tampil di depan umum, mengasah keterampilan, serta mengalahkan rasa takut dan ego dalam diri sendiri.
“Jangan pernah terlalu terbebani oleh perlombaan. Kemenangan itu sebenarnya nomor sekian. Hambatan terbesar itu ada dalam diri sendiri, yaitu bagaimana kita mampu mengalahkan ambisi, ego, dan ketakutan untuk tampil di depan publik. Keberanian adik-adik untuk melangkah saja sudah menjadi nilai plus dan prestasi yang luar biasa,” tutur Wakil Bupati.
Menurut Wabup, seorang dai tidak hanya dituntut untuk tampil menggemaskan atau menghibur dengan humor dan gesture bahasa tubuh yang menarik, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan substansial yang memberi pelajaran bagi para pendengarnya.
Selain itu Wabup juga mengajak para dai muda untuk peka dan adaptif terhadap isu-isu sosial kekinian yang terjadi di lingkungan anak-anak sekolah. Salah satu topik yang sangat relevan untuk diangkat dalam dakwah saat ini adalah pencegahan perilaku perundungan (bullying) serta kecanduan gawai (gadget).
Melihat dampak positif kegiatan tersebut Wabub menyampaikan bahwa ,Pemkab Madiun akan terus mendukung penyelenggaraan audisi di tahun-tahun berikutnya, bahkan siap menjadi tuan rumah untuk puncak gelaran Festival Dai Cilik mendatang.
“Insyaallah Pak Bupati dan saya siap memberikan yang terbaik. Kami menyambut baik rencana kerja sama dengan Jawa Pos agar Kabupaten Madiun bisa menjadi pusat atau puncak acara Dai Cilik tahun depan. Semoga ini menjadi sarana menginspirasi dan membangkitkan potensi anak-anak kita,” pungkas Wabup Madiun.
Ditemui seusai acara, Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, MH sangat mengapresiasi kegiatan ini karena anak-anak yang masih duduk dibangku SMP maupun MTs ini punya keberanian untuk ikut audisi, dan mampu mengalahkan ketakutan dalam dirinya. Jadi pada prinsipnya, ini bukan sekedar perlombaan yang mencari juara saja, tapi minimal anak-anak mempunyai mental dan keberanian tampil didepan umum.
“Saya dan bapak Bupati selalu memberikan motivasi kepada adik-adik, tolong kamu berlatih jujur, membangun sebuah akhlakul karimah karena itu menjadi pondasi. Mereka belajar nilai-nilai Islam melalui lomba da’i cilik ini. Nah, ini sebuah modal yang luar biasa sehingga apapun yang dilakukan senantiasa mendapatkan ridho dan barokah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Wabup mendoakan.
Wabup Purnomo Hadi juga berpesan kepada peserta audisi da’i cilik, harus mampu menggali kemampuan dalam diri masing-masing yang membuat menyampaian ceramahnya menjadi menarik. “Semoga nanti adik-adik ini menjadi da’i-da’i yang kondang, khususnya dari Kabupaten Madiun,” harapnya.
Disinggung Kabupaten Madiun menjadi tuan rumah puncak festival da’i cilik, Wakil Bupati menyatakan kesiapannya dengan dibantu oleh pihak Jawa Pos. Semoga acara ini nanti menginspirasi dan mampu membangkitkan minat anak-anak untuk lebih banyak lagi ikut audisi da’i cilik. [dar.wwn]






