27.5 C
Sidoarjo
Thursday, October 8, 2026
spot_img

Bulog Tulungagung Kedatangan Jagung dari NTB dan Sulselbar

Tulungagung, Bhirawa. – Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung terus berupaya memenuhi kebutuhan jagung bagi peternak ayam petelur. Saat ini untuk kebutuhan jagung pipil kering tersebut juga dipasok dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

“Untuk memenuhi kebutuhan peternak ayam petelur, sekarang kami dibantu dari kanwil penghasil jagung, seperti Kanwil NTB, Kanwil Sulselbar dan kanwil lainnya,” ujar Pimpinan Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, Kamis (8/10).

Menurut dia, stok hasil panen jagung di wilayah Tulungagung, Blitar dan Trenggalek sudah habis tersalurkan semua. Tak terkecuali stok di Jawa Timur. “Stok cabang lain dari Jatim Raya sudah disalurkan pula. Sekarang yang dari kanwil penghasil jagung,” ucapnya.

Ia menyebut target penyaluran jagung untuk kebutuhan peternak ayam petelur di wilayah kerja Perum Bulog kantor Cabang Tulungagung sejumlah 89 ribu ton. Dan saat ini sudah tersalurkan sebanyak 59 ribu ton. “Yang belum tersalurkan sekitar 30 ribu ton. Sekarang sebagian masih di perjalanan,” paparnya.

Yonas menyatakan penyaluran jagung SPHP terus berlangsung. Penyaluran dikhususkan bagi peternak ayam petelur yang sudah terdaftar di Surat Keputusan (SK) 1 dan SK 2 yang diterbitkan Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Ini untuk peternak ayam petelur di wilayah Kabupaten Tulungagung. kemudian wilayah Kabupaten Blitar, Kota Blitar dan Kabupaten Trenggalek,” bebernya.

Berita Terkait :  Satlantas Polres Gresik Sosialisasi Safety Driving Sambil Ngopi Bareng Driver Ambulans

Sebelumnya, Yonas mengungkapkan pula jika peternak ayam petelur di wilayah kerjanya merupakan yang terbesar di Indonesia. Sekitar 30 persen peternak ayam petelur di Indonesia berada di wilayah Tulungagung, Blitar dan Trenggalek. “Yang terbesar di Blitar. Jumlah koperasi sebanyak 22 koperasi. Di Tulungagung sebanyak tiga sampai empat koperasi. Di Trenggalek satu koperasi dan sisanya semua di Blitar,” katanya.

Bahkan dari kuota jagung secara nasional sebanyak 250 ribu ton dan di Jawa Timur sebesar 130 ribu ton, untuk Tulungagung kuotanya sampai 89 ribu ton. Itu artinya wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung menyerap hampir seluruh stok yang disediakan untuk Jawa Timur.

Sedang soal harga jagung, Yonas mengatakan untuk koperasi dipatok sebesar Rp 5.000 per kilogramnya. “Dan dari koperasi ke peternak mereka sebasar Rp 5.500 per kilogramnya sampai kandang,” pungkasnya.[wed.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!