Kab. Probolinggo, Bhirawa – Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian karena berdampak langsung terhadap masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pariwisata.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata saat melihat langsung kondisi kawasan terdampak karhutla, Minggu (16/8). Tim menyusuri sejumlah titik, di antaranya kawasan Padang Teletubbies, Seruni Point, Bukit Cinta hingga Bukit Kingkong.
Staf Lapangan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Indra Sutanto, mengatakan kondisi yang dilihat langsung di lapangan akan menjadi bahan laporan kepada pihak terkait. Termasuk kondisi faktual dan luas kawasan yang terdampak kebakaran.
“Yang pertama kita sampaikan itu kondisi real-nya, keadaan aslinya di sini seperti apa, dan juga nanti saya sampaikan berapa luasnya yang terdampak,” ujar Indra.
Menurutnya, apabila terdapat hal yang membutuhkan dukungan agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, pihaknya akan membantu melakukan tindak lanjut. Sebab, semakin lama kawasan ditutup, semakin besar pula dampaknya terhadap masyarakat yang bergantung pada aktivitas wisata.
“Penduduk sekitar sini mata pencahariannya kan di wisata. Jadi kalau ini lama-lama ditutup, kasihan,” katanya.
Namun, Indra menyadari pembukaan kawasan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pertimbangan ekonomi. Kondisi keamanan kawasan tetap menjadi faktor utama sebelum wisatawan kembali diperbolehkan beraktivitas.
Di sisi lain, ia mengingatkan wisatawan agar lebih memperhatikan potensi bahaya saat berkunjung ke kawasan wisata alam. Menurutnya, keindahan Bromo harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga keamanan dan lingkungan.
“Jangan kita lihat indahnya saja, tapi juga kita harus sadar tingkat bahayanya,” ujarnya.
Indra secara khusus meminta wisatawan yang merokok untuk lebih berhati-hati. Sumber api yang ditinggalkan sembarangan dapat menimbulkan dampak luas, bukan hanya terhadap kawasan konservasi tetapi juga masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari pariwisata.
“Kalau sudah begini, yang rugi banyak orang,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Indra juga memberikan apresiasi kepada para relawan dan personel yang masih melakukan penanganan karhutla. Proses pemadaman dan pendinginan hingga kini masih berlangsung untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Karhutla, luas kawasan terdampak mencapai 1.120,3 hektare dan belum mengalami penambahan. Satgas masih menemukan satu titik asap yang berasal dari sisa bara di bawah permukaan tanah.
Sementara pembukaan kembali kawasan Kaldera Bromo masih menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi Satgas serta kesiapan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan setelah mendapatkan rekomendasi Satgas, pihaknya akan memastikan kesiapan sarana dan prasarana sebelum kawasan dibuka kembali.
Keputusan pembukaan kawasan nantinya akan diumumkan oleh Menteri Kehutanan. [fir.kt]


