32 C
Sidoarjo
Wednesday, October 7, 2026
spot_img

Keisha, Siswa SDN Sawojajar 5 Malang Raih Gold Award Lewat Inovasi Camilan Kelapa

Jakarta, Bhirawa

Gagasan sederhana tentang kelapa membawa Keisha Aqilla Rafanda meraih penghargaan tingkat internasional. Siswa SDN Sawojajar 5 Kota Malang, Jawa Timur, tersebut sukses menyabet Gold Award dalam ajang The 13th Indonesia Inventors Day (IID) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara awarding di SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (6/10).

Dalam kompetisi ini, Keisha mengusung karya berjudul “Coco Snow: Innovation of Vegan Coconut Snack Using Freeze-Drying Technology”. Melalui inovasi ini, ia mengolah kelapa menjadi produk camilan vegan dengan memanfaatkan teknologi pembekuan kering (freeze-drying).

Daya tarik karya Keisha tidak hanya terletak pada produknya. Saat sesi penilaian, ia mempresentasikan karyanya secara penuh dalam bahasa Inggris. Ia juga mampu merespons dan menjawab seluruh pertanyaan juri internasional dalam bahasa yang sama.

Keisha Aqilla Rafanda saat dilokasi acara.

Usai mendengarkan penjelasan serta jawaban Keisha, salah seorang juri spontan menyampaikan apresiasinya, “Your parents must be proud of you.” Ucapan singkat tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan sepanjang sesi presentasinya.

Diikuti 543 Tim dari 21 Negara

Ajang IID 2026 yang berlangsung pada 3–6 Oktober di Jakarta ini diikuti oleh 543 tim dengan total lebih dari 2.000 peserta dari 21 negara. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, peneliti, akademisi, hingga inventor.

Dalam ajang ini, Indonesia menjadi tuan rumah bagi peserta dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Iran, Arab Saudi, Vietnam, Filipina, Tiongkok, Bangladesh, Polandia, hingga Uni Emirat Arab.

Berita Terkait :  P5 dan Pentas Seni, Ramaikan Dies Natalis SMPN 1 Sidoarjo Ke-72

Di tengah ketatnya persaingan antarpeserta mancanegara, Keisha tampil membawa gagasan yang berakar dari bahan pangan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni kelapa.

Bagi Jawa Timur, kelapa merupakan tanaman yang tumbuh subur di berbagai daerah serta menjadi bagian penting dari potensi pangan dan perkebunan wilayah. Keisha melihat bahan lokal tersebut dari sudut pandang berbeda—bukan sekadar dikonsumsi secara konvensional, melainkan diolah menjadi produk inovatif berbasis teknologi.

Melalui Coco Snow, pengolahan kelapa menjadi camilan vegan berbasis freeze-drying memberi nilai tambah pada bahan pangan sederhana. Inovasi ini sekaligus memperkenalkan cara berpikir berbasis teknologi sejak usia sekolah dasar.

Penerapan unsur Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) sangat menonjol dalam karya Keisha. Ia tidak sekadar menciptakan produk, tetapi juga mempelajari karakteristik bahan, memahami proses pengolahan dan teknologi, hingga mempertanggungjawabkan hasilnya di hadapan dewan juri.

Bagi anak seusia sekolah dasar, proses tersebut bukanlah hal yang mudah. Keisha harus memahami detail karyanya, mempresentasikannya dalam bahasa Inggris, menyimak pertanyaan juri, dan memberikan jawaban secara langsung.

Perjalanan panjang Coco Snow akhirnya berbuah manis di panggung penghargaan IID 2026 dengan raihan Gold Award. Berawal dari sebuah sekolah dasar di Sawojajar, Kota Malang, gagasan inovatif olahan kelapa ini berhasil dibawa ke Jakarta dan dipresentasikan dengan gemilang di hadapan peserta dari berbagai negara. (wwn)

Berita Terkait :  Lebih dari Delapan Ribu Peserta Menari di Mal Serentak Sebelas Kota di Indonesia

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!