30.9 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Mesin Pengering Limbah Jamu Solusi Kurangi Sampah Organik


Mojokerto, Bhirawa
Permasalahan sampah organik hingga saat ini masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penduduk yang diiringi dengan meningkatnya aktivitas produksi dan konsumsi berdampak langsung pada peningkatan volume sampah, khususnya sampah organik. Salah satu sampah organik yang sering luput dari perhatian adalah limbah hasil produksi jamu tradisional. Padahal, industri jamu yang didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebar luas di berbagai daerah dan berkontribusi cukup besar terhadap timbulan limbah organik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada inovasi teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah jamu untuk mengurangi sampah organik serta meningkatkan keberlanjutan usaha UMKM. Program ini bertujuan sebagai upaya pendampingan dan pemberdayaan UMKM dalam pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Situasi ini bak gayung bersambut dengan pelaksanaan pengabdian Masyarakat yang dilakukan subkelompok 5 Reguler (R) 01 KKN Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang beranggotakan ; Raissa Dea Fernanda, Muhammad Iqbal Suseno Putra, Melkior Aleks Kalvaro, Iqbal Dwi Prayoga, Wiranata Kusuma Atma Wijaya dan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Thesna Widya Fandhyta, S.IP., M.A.P.

Pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini melibatkan langsung pelaku UMKM jamu rumahan “Yuk Ieta” di Dusun Pandan, Desa Pandanarum. Masyarakat diberikan pendampingan mengenai cara penggunaan mesin, serta pemanfaatan hasil limbah kering. Limbah jamu yang telah dikeringkan dapat dimanfaatkan sebagai produk aroma terapi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Inovasi mesin pengering limbah jamu mampu mengurangi volume sampah organik, meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar tempat produksi jamu, serta membuka wawasan pelaku UMKM tentang pentingnya pengelolaan limbah.

Berita Terkait :  Mahasiswa Ubaya Ciptakan Boneka Edukasi Seksual "Sentasi"

Pengalaman pengabdian di Desa Pandanarum menunjukkan bahwa penanganan permasalahan lingkungan dapat dilakukan melalui solusi yang sederhana dan terjangkau. Penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, serta didukung oleh pendampingan berkelanjutan, terbukti mampu memberikan dampak nyata dalam pengurangan limbah. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Pemanfaatan limbah jamu melalui inovasi mesin pengering menunjukkan bahwa penerapan teknologi sederhana dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan dukungan dari perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM, inovasi ini berpotensi dikembangkan sebagai solusi pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan bernilai guna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa keberlanjutan lingkungan dapat dicapai melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola limbah secara produktif, tanpa harus bergantung pada teknologi yang rumit. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!