27.8 C
Sidoarjo
Saturday, June 20, 2026
spot_img

Lokasi Muktamar NU 2026 Diputuskan dalam Munas-Konbes di Ploso Kediri

Konferensi pers Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Sabtu (20/6).

Kabupaten Kediri, Bhirawa.
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, membahas sejumlah agenda strategis organisasi, salah satunya penentuan lokasi pelaksanaan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026.

Muktamar sebagai forum tertinggi NU nantinya akan menjadi ajang pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU untuk periode mendatang.

Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, KH Ahmad Said Asrori, mengatakan keputusan terkait lokasi Muktamar akan dibahas dalam forum tersebut.

“Insya Allah di Munas Konbes ini (Muktamar) itu akan diputuskan,” ujar KH Ahmad Said Asrori dalam konferensi pers di Ponpes Al-Falah Ploso, Sabtu (20/6).

Ia menjelaskan, dipilihnya Pondok Pesantren Al-Falah Ploso sebagai lokasi Munas-Konbes tidak lepas dari hubungan erat antara NU dan pesantren. Menurutnya, perjalanan NU tidak dapat dipisahkan dari tradisi pesantren yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya organisasi tersebut.

“Kenapa Munas Konbes di Pondok Pesantren Ploso? Ya karena NU ini lahir dari pondok pesantren. NU dan pesantren itu sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Bagaikan satu mata uang. NU tidak bisa meninggalkan pesantren, pesantren tidak bisa meninggalkan NU,” katanya.

KH Ahmad Said Asrori juga menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Al-Falah Ploso memiliki sejarah panjang dalam mencetak alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Berita Terkait :  Tak Reaktif Pengibaran Bendera One Piece, Sikap Presiden Prabowo Dipuji

Sementara itu, lokasi penutupan Munas-Konbes NU 2026 dipilih di Bangkalan, Madura, karena memiliki nilai sejarah dalam perjalanan berdirinya NU. Salah satunya berkaitan dengan peran Syaikhona Muhammad Khalil bin Abdul Latif Al-Bangkalani yang memberikan isyarat kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk mendirikan Nahdlatul Ulama.

“Kenapa di Bangkalan? Karena ada faktor sejarah. Mengingatkan kembali kepada kita dan anak-anak muda agar tidak terputus sejarahnya,” ujar KH Ahmad Said Asrori.

Ia menambahkan, kegiatan di Bangkalan juga akan diisi dengan agenda spiritual seperti istigasah dan mujahadah sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama pendiri NU.

Ketua Organizing Committee (OC) Munas-Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan rangkaian kegiatan akan dimulai dengan pembukaan pada Sabtu (20/6) malam dan dilanjutkan sidang pleno pertama.

“Besok pagi ada laporan capaian PBNU. Diawali dengan pengarahan Rais Aam dan Wakil Rais Aam. Setelah itu diteruskan komisi-komisi sampai malam,” jelas Gus Ipul.

Ia menyebut terdapat enam komisi yang akan membahas berbagai agenda strategis organisasi hingga pelaksanaan pleno terakhir pada Senin.

“Jika memungkinkan waktunya, para peserta akan ziarah ke muasis. Di makam muasis di Jombang. Setelah itu nanti bermalam di Surabaya, paginya menuju ke Bangkalan, ziarah ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan,” kata Gus Ipul.

Penutupan Munas-Konbes NU 2026 akan dilaksanakan di Institut Agama Islam Syaikhona Kholil Bangkalan. PBNU juga telah mengundang Kepala Negara untuk hadir sekaligus menutup rangkaian kegiatan tersebut.[van,nov.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!