Jakarta, Bhirawa – Kota Probolinggo menempati peringkat kedua nasional dalam ajang One Planet City Challenge (OPCC) 2026 yang diinisiasi World Wide Fund for Nature (WWF). Posisi tersebut menempatkan Kota Probolinggo sebagai Indonesian National Finalist OPCC 2026.
Peringkat pertama diraih DKI Jakarta, sedangkan posisi ketiga ditempati Balikpapan. Piagam finalis diserahkan COO WWF Indonesia Dewi Lestari Yani Rizki kepada Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin dalam Forum Dialog Kebijakan Tingkat Tinggi bertema Akselerasi Transisi Energi Berkeadilan dan Inklusif di Tingkat Kota dan Kabupaten, Selasa (15/9) di Jakarta.
OPCC merupakan kompetisi global antarkota yang berfokus pada upaya penanganan perubahan iklim. Penilaian dilakukan berdasarkan pelaporan iklim kota melalui CDP-ICLEI Track serta Kerangka Penilaian OPCC.
Dalam sertifikat penghargaan disebutkan Kota Probolinggo termasuk kota yang memiliki visi terhadap pembangunan berkelanjutan, dengan rencana aksi iklim yang dinilai kredibel dan dapat dilaksanakan.
Keikutsertaan Kota Probolinggo dalam OPCC bukan kali pertama. Kota tersebut mulai mengikuti ajang ini sejak 2018. Pada 2018 hingga 2020, Probolinggo tercatat sebagai partisipan.
Pada 2021-2022, Kota Probolinggo menempati peringkat ketiga nasional sekaligus menjadi pemenang global We Love Cities (WLC). WLC merupakan kampanye yang menjadi bagian dari rangkaian OPCC dengan melibatkan masyarakat dan publik.
Prestasi Probolinggo meningkat pada periode 2023-2024. Saat itu, Kota Probolinggo menempati peringkat pertama nasional, menjadi finalis global, serta kembali meraih kemenangan dalam WLC tingkat global.
Sementara pada periode 2025-2026, Kota Probolinggo berada di peringkat kedua nasional. Tahapan WLC untuk periode tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November mendatang.
OPCC 2025-2026 diikuti lebih dari 380 kota dari 51 negara di enam benua. Dari hasil penilaian tersebut, WWF membatasi peserta WLC campaign competition menjadi 27 kota dari 16 negara.
Kepala Bapperida Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program berbasis lingkungan sebagai bagian dari upaya penanganan perubahan iklim.
Menurut Rey, capaian dalam OPCC merupakan hasil dari program yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya dalam kurun waktu satu atau dua tahun. “Komitmen yang disertai aksi nyata ini tentu tidak bisa dilihat dalam satu atau dua tahun, melainkan berkelanjutan,” kata Rey.
Ia mengatakan, berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan lingkungan terus dijalankan sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak perubahan iklim.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengatakan, penanganan perubahan iklim berkaitan dengan berbagai sektor pembangunan. Menurutnya, persoalan lingkungan juga berhubungan dengan kesehatan dan peningkatan sumber daya manusia.
“Program lingkungan, bagaimana kita mengelola alam secara baik dan berkelanjutan sehingga proses dalam rangka mengurangi dampak iklim secara bersama dapat mewujudkan hasil yang menjadi harapan,” ujarnya. [fir.wwn]


