27 C
Sidoarjo
Monday, June 1, 2026
spot_img

Konfercab XXIV PCNU Bondowoso Lahirkan Kepemimpinan Baru

Bondowoso, Bhirawa
Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso resmi menetapkan kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2026-2031.

Forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama di tingkat kabupaten tersebut menghasilkan duet KH Abdul Qodir Syam sebagai Rais Syuriyah dan Dr. KH Moh. Syaeful Bahar, M.Si. sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso.

Konfercab yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, pada Minggu (31/5) itu menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin Bondowoso untuk melakukan konsolidasi organisasi.

Sekaligus merumuskan arah gerakan NU dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan selama lima tahun mendatang.

Terpilihnya KH Moh. Syaeful Bahar mencerminkan kuatnya dukungan dari struktur organisasi di tingkat bawah. Dari 22 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang memiliki hak suara, mayoritas memberikan dukungan kepadanya sehingga proses pemilihan berlangsung efektif sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.

Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, yang turut mengikuti rangkaian Konfercab, menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan.

“Melainkan momentum strategis untuk melahirkan gagasan, kebijakan, dan kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman,” ungkapnya.

Menurutnya, Nahdlatul Ulama memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat Bondowoso. Selama ini NU tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat yang hadir hingga tingkat akar rumput.

Berita Terkait :  Longsor, Mi Ma'Arif Ngargosari Ajukan Pemotongan Bambu ke DLH Gresik

“Untuk konferensi cabang, saya berharap mampu menghasilkan kebijakan yang sesuai kebutuhan zaman, antisipatif, dan melahirkan kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran NU sebagai pengayom masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Kontribusi NU selama ini telah terbukti dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat kehidupan keagamaan, serta membangun karakter masyarakat Bondowoso,” terangnya.

Karena itu, Bupati Hamid menilai kepemimpinan baru hasil Konfercab XXIV memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat khidmah organisasi.

“Sekaligus membangun sinergi yang lebih erat dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan percepatan pembangunan daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah terpilih, Moh. Syaeful Bahar menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dirintis para pendahulu sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Menurutnya, NU harus hadir tidak hanya dalam pelayanan keagamaan dan spiritual, tetapi juga melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami akan membaca potensi yang dimiliki NU dan memetakan persoalan yang dihadapi masyarakat. Jam’iyah ini harus berorientasi pada pelayanan kepada jamaah,” tegasnya.

Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang menempatkan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan sebagai empat pilar utama pengabdian NU pada abad kedua.

Berita Terkait :  Musim Kemarau di Jawa Timur, 916 Desa Berpotensi Kekeringan dan 22 Daerah Siaga Karhutla

Keempat sektor tersebut dinilai menjadi kebutuhan mendasar masyarakat yang harus terus diperkuat melalui program-program organisasi yang terukur dan berkelanjutan. [san.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!