Surabaya, Bhirawa
Universitas Kristen Petra (UK Petra) luncurkan Program Studi Magister Manajemen berbasis Pendidikan Jarak Jauh (PJJ MM) yang mengintegrasikan teknologi Learning Management System (LMS) berbasis Artificial Intelligence (AI) di Matthew Room, Gedung Radius Prawiro lantai 10 Kampus UK Petra Surabaya.
Program ini menjadi terobosan UK Petra dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia seperti Maluku.
Ketua Program Studi PJJ MM UK Petra, Prof. Dr. Zeplin Jiwa Husada Tarigan, S.T., M.M.T., Jumat kemarin menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama bagi pekerja, aparatur sipil negara (ASN), maupun pelaku usaha dalam meningkatkan kompetensi dan jenjang pendidikan mereka tanpa harus meninggalkan daerah asal.
“Pemanfaatan teknologi AI jadi salah satu keunggulan utama dalam proses pembelajaran, sistem yang digunakan mampu mengubah materi kuliah dalam bentuk PDF maupun presentasi menjadi video pembelajaran singkat berdurasi dua hingga tiga menit,” katanya.
Lanjut Prof. Zeplin mengatakan bahwa walaupun dilaksanakan secara jarak jauh, proses pembelajaran tetap interaktif dan menarik.
“Pendidikan tinggi berkualitas tidak lagi jadi kemewahan yang hanya dapat dinikmati masyarakat di kota besar, melalui pemerataan akses ini, kami ingin memastikan siapa pun dan di mana pun dapat memperoleh bekal ilmu yang sama kuatnya untuk membangun masa depan yang lebih baik serta mendorong kemajuan ekonomi daerah masing-masing,” ujar Prof. Zeplin.
Ia menambahkan, perkuliahan angkatan pertama PJJ MM UK Petra akan dimulai pada Agustus 2026. Program ini dapat ditempuh dalam waktu tiga semester atau sekitar 1,5 tahun dengan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp30 juta hingga lulus.
“PJJ MM UK Petra mengusung kurikulum yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, tiga bidang kompetensi utama yang menjadi fokus pembelajaran meliputi leadership agility atau kepemimpinan yang lincah, transformasi digital, serta sustainability management atau manajemen berkelanjutan,” tambahnya.
Prof. Zeplin menyampaikan mahasiswa tidak cuman mempelajari teori-teori manajemen secara konvensional, tapi juga dibekali kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan pemahaman mengenai pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan organisasi maupun bisnis.
“Kehadiran PJJ MM diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan akses pendidikan akibat faktor geografis, khususnya kawasan timur nusantara, sehingga mampu melahirkan pemimpin dan profesional yang siap menghadapi tantangan global sekaligus mendukung pembangunan daerah. [ren.kt]


