28 C
Sidoarjo
Thursday, May 28, 2026
spot_img

Napak Tilas Kurban Pasangan Konglomerat, Kurban Gairahkan Kerukunan Sosial


Oleh:
Yunus Supanto
Wartawan senior, penggiat dakwah sosial politik

“Maka dia (nabi Ibrahim a.s.,) merasa takut (karena hidangannya tidak disantap oleh tamunya (malaikat yang menyamar sebagai manusia). “Janganlah kamu takut,” dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (nabi Ishaq a.s.,).”

Sebanyak 9,48 juta jiwa penduduk kalangan menengah di Indonesia, dikhawatirkan mengalami penurunan level ke-ekonomi-an. Sedang mengalami penurunan penghasilan hingga terancam jatuh ke ambang batas rentan miskin. Laporan Mandiri Institute, mencatat kelas menengah Indonesia turun dari 47,9 juta orang (tahun 2024) menjadi 46,7 juta pada tahun 2025. Ironisnya, kelompok rentan miskin tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial (Bansos). Sehingga memikul sendiri biaya hidup yang makin berat.

Perekonomian nasional (dan global) yang tidak baik-baik saja, menyebabkan potensi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) makin lebar. Tahun 2025, konon, hanya terdapat 88.600 ribu pekerja yang mengalami PHK. Angka PHK hanya yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenaga Kerjaan. Arttinya, hanya sebagian kecil (31%) buruh yang terliput dalam BPJS. Angka PHK akan semakin besar manakala menjangkau catatan orang yang bekerja (sebanyak 148 juta jiwa).

Yang terkena PHK saat ini menjalani pekerjaan se-ada-nya. Termasuk menjalani ekonomi gig, berstatus pekerja lepas, kontrak jangka pendek. Terutama menjadi re-seller berbasis digital, dan freelancer. Masih beruntung yang berbasis proyek. Harus diakui pada setahun terakhir terjadi gelombang krisis ekonomi akibat perang Teluk. Perang Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran, nyata-nyata telah menaikkan harga energi utama (minyak, dan gas). Terutama ke-kacau-an di selat Hormuz, yang diblokade Amerika Serikat (AS).

Tetapi bersyukur negara Sekutu AS lainnya, di seantero Eropa menolak mengikuti jejak Trump. Sehingga AS bersama Israel, perang habis-habisan dengan Iran. Menguras banyak anggaran AS, sampai sebesar US$ 25 milyar (setara Rp 442 trilyun). Tetapi menurut analis independen, banyak kerugian yang tidak tercatat. Sehingga ongkos perang Teluk yang ditanggung pemerintah AS mencapai US$ 72 milyar. Dampak penutupan selat Hormuz dirasakan negara-negara di seluruh dunia. Termasuk Indonesia, ditandai dengan kenaikan harga BBM.

Berita Terkait :  Tahanan Rumah Eks Menag Yaqut: Keadilan atau Keistimewaan?

Tetapi kemerosotan ekonomi nasional paling mencolok ditandai dengan pelemahan rupiah, sejak tahun 2025. Saat ini dolar Amerika Serikat (US$) setara Rp 17.785,-. Setiap hari turun. Miris, sampai meng-ingatkan pada tragedi pada Mei 1997. Diawali krisis finansial Asia, nilai Baht (Thailand) yang jeblok merembet ke Rupiah, terperosok semakin dalam. Sampai Rp 15.200,-. Rakyat kaget, kecewa, dan marah. Karena harga bahan pokok melejit naik.

Pengurangan kelas menengah sebanyak 1,2 juta orang dalam setahun (tahun 2024 ke 2025), mirip suasana tahun 1997. Mengutip koran Kompas, melansir data Depertemen Tenaga Kerja, terdapat satu juta pekerja di-PHK. Pengangguran terselubung diyakini jumlahnya mencapai 37 juta sampai 40 juta (hampir separuh angkatan kerja tahun 1997). Rakyat kaget, kecewa, dan marah.

Jeblok Tetap Berkurban
Kemarahan rakyat menyebabkan kerusuhan besar. Gelombang demonstrasi semakin besar setelah tragedi Trisakti, 12 Mei 1998. Pada puncak krisis moneter (disusul krisis multi-dimensi), pak Harto lengser, 21 Mei 1997, setelah 32 tahun berkuasa (menjadi Presiden). Bahkan pak Harto, baru saja terpilih secara “aklamasi” menjadi Presiden RI pada Sidang Umum MPR-RI, pada 11 Maret 1998. Hanya dalam tempo 70 hari, pak Harto memilih berhenti. Di-berhenti-kan melalui gerakan rakyat Reformasi.

Kelas menengah merupakan warga masyarakat yang selama ini menyetor hewan kurban. Sebagian memilih berkurban individual, dengan membeli seekor kambing. Namun ada pula yang memilih bergabung 7 orang untuk membeli seekor sapi. Tetapi pengurangan kelas menengah pada dua tahun terakhir, tidak mengurangi semangat (rela) berkorban. Walau dengan cara meng-angsur, selama hampir setahun. Rata-rata berkurban urunan sebesar (minimal) Rp 3,3 juta per-orang. Sedikit lebih murah dibanding dengan harga seekor kambing.

Berita Terkait :  Potret Problem Etik Profesi Medis

Tetapi dua tahun terakhir, penurunan daya beli kelas menengah makin merosot. Berdasar penjejakan studi dua lembaga CELIOS (Center of Economic and Law Studies), dan IDEAS (Institute of Demographic and Affluence Studies), terdapat pengurangan omzet penjualan hewan kurban. Menurut simulasi IDEAS, pada tahun 2024 diperkirakan terdapat 2,16 juta shahibul qurban, dengan nilai ekonomi kurban sebesar Rp 28,3 trilyun. Pada tahun 2025 merosot, menjadi 1,92 juta shahibul qurban, dengan nilai ekonomi Rp 27,1 trilyun.

Terdapat pengurangan shahibul qurban sebanyak 233 ribu orang, sekitar 10,8%. Serta nilai ekonomi berkurang 4,24%. Diperkirakan, lebih banyak shahibul qurban memilih berkurban secara “patungan.” Membuktikan semangat berkurban tetap tinggi, sebagai simbol ke-dermawan-an sosial. Sekaligus pemahaman ke-agama-an semakin baik. Berkurban pada bulan Dzul-Hijjah, bulan ke-12 (terakhir) dalam kalender Hijriyah, merupakan perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim a.s., sebagai pengganti nazar (sanggup mengurbankan putranya).

Konglomerat Dermawan
Berkurban pada bulan Haji, me-napak tilas Nabi Ibrahim a.s., sebagai Rasul Allah yang memiliki kecakapan beternak. Sampai pekerja pengurus ternaknya bagai se-pasukan batalyon. Pantas bergelar konglomerat hewan ternak. Hartanya yang berupa hewan ternak dijadikan bekal dakwah berkelana, melintas negara, dari Irak, Lebanon, Yordan, Syria, Palestina, sampai Makkah. Kegemarannya yang kesohor, adalah menjamu setiap orang yang ditemui, dengan menu gizi tinggi. Setiap hari!

Cerita kesohor ditulis oleh imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin, berkait dengan Al-Quran surat Adz-Dzuriyah ayat 24-30. Bahwa nabi Ibrahim a.s., pernah “ditegur” Allah SWT, karena membedakan manusia berdasar keyakinan (agama). Yakni, menolak memberi seporsi makanan pada penganut majuzi (penyembah api). Teguran (wahyu) Allah itu berbunyi, “Hai Ibrahim, selama 70 tahun Aku memberinya makan dalam kekufurannya, sedangkan kau? Apa ruginya bagimu memberinya makan hanya semalam ini saja?”

Berita Terkait :  Pemberdayaan Kelompok Tani: Tantangan Dalam Mencapai SDG #2

Ke-dermawan-an nabi Ibrahim a.s., berpuncak pada setiap tanggal 10 bulan Dzul-hijjah. Pada puncak kekayaannya, keluarga nabi Ibrahim a.s. menyembelih 1000 onta dan lembu plus 3000 domba. Saat ini kira-kira senilai minimal Rp 39 milyar! Kedermawanan ini tercatat menjadi pelajaran kesetiakawanan sosial global. Juga belum tertandingi, oleh Raja Arab Saudi sekalipun. Kedermawanan Nabi Ibrahim a.s., semakin kesohor, karena istrinya, Siti Hajar (di Makkah) juga sangat dermawan. Walau hidup sendiri, menunggu suami kembali.

Istrinya, Siti Hajar, perempuan konglomerat pertama di dunia, pemilik kota Makkah. Termasuk sumber air zam-zam, dalam penguasaan Siti hajar, sejak menyembur pertama. Padahal ketika ditinggal nabi Ibrahim a.s, tiada sumur, tiada pohon. Sepuluh tahun ditinggal sendiri di arena tandus berbatu, terdokumentasi dalam rukun haji, Sa’i. Yakni, berlari-lari mencari air dari bukit Shofa ke Marwah. Lalu area terdekat Ka’bah diberkati dengan sumber air zam-zam, yang tak pernah susut.

Serta-merta zam-zam menjadi komoditas utama di padang pasir. Siti hajar menjadi kayaraya. Bahkan mulai memiliki bangunan sebagai akomodasi kafilah dagang. Siti Hajar juga memiliki banyak ternak. Dermawan, dan selalu mengadakan perjamuan. Kini tujuan berkurban penyembelihan hewan ternak (dan dam haji), me-napak tilas pasangan konglomerat, nabi Ibrahim a.s., dan Siti hajar.

Tujuan berkurban, mengukuhkan prasetya (sumpah) meng-hamba kepada Ilahi. Sekaligus mengukuhkan kesetiaan (saling percaya) antar-anggota rumahtangga. Serta membentuk ke-rukun-an sosial. Lazimnya mampu “me-revolusi” mental setiap muslim. [*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!