27 C
Sidoarjo
Monday, June 1, 2026
spot_img

Senja yang Tetap Menyala di Hari Lanjut Usia Nasional 2026 Jawa Timur


Kisah Lansia Jawa Timur Menolak Renta di Ujung Usia
Oleh:
Rachmat CBS, Kota Surabaya

Pasar Bentoel pagi itu terasa lebih hangat dari biasanya. Di antara keriuhan transaksi dan aroma khas pasar, langkah kaki Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terhenti di depan seorang nenek yang sedang merapikan dagangan makanan kecilnya.

Kerutan di wajah sang nenek tidak mampu menyembunyikan senyum tulusnya saat disapa orang nomor satu di Jatim tersebut.

Bagi sebagian orang, usia senja adalah waktu untuk berdiam diri di rumah dan menikmati masa istirahat. Namun, di sudut pasar ini, dan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Netra (UPT RSBN) Malang, Jumat (29/5), ratusan lanjut usia (lansia) membuktikan hal sebaliknya. Usia hanyalah angka, dan semangat hidup mereka menolak untuk padam.

Momen haru sekaligus membahagiakan ini menjadi potret nyata kemeriahan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 tingkat Provinsi Jatim. Mengusung tema “Sapa Lansia Jawa Timur Sejahtera” (Jawara), Pemprov Jatim menyulap hari itu menjadi ruang bermanja sekaligus pembuktian taji bagi para orang tua.

“Peringatan HLUN ini menjadi momentum untuk memastikan para lansia di Jatim tetap sehat, aktif, mandiri, dan bahagia menjalani masa tua,” ujar Gubernur Khofifah dengan mata berbinar. Beliau menegaskan bahwa lansia bukanlah beban, melainkan bagian penting masyarakat yang memiliki ruang untuk berdaya.

Berita Terkait :  Capaian Target Retribusi PBBP2 di Sampang Masih Rendah

Hari itu, para lansia benar-benar menjadi “raja dan ratu”. Kerja sama apik antara Dinsos Jatim, IKA Unair, BUMD Jatim, RSUD Dr. Saiful Anwar, RS Mata Masyarakat (MM) Surabaya, Sekolah Rakyat, Dinas Koperasi Jatim, hingga Pemkot Malang berhasil mewujudkan pelayanan paripurna. Berbagai komunitas seperti Komda Lansia, PWRI, WULAN, dan Komunitas Lansia Restu turut melebur dalam kebersamaan.

Di area Posyandu, antrean lansia mengular dengan tertib. Sebanyak 100 lansia memanfaatkan layanan kesehatan gratis dari kolaborasi IKA Unair dan RSUD Dr. Saiful Anwar. Di sudut lain, tawa renyah terdengar dari stan Salon Lansia. Beberapa nenek tampak berkaca, tersenyum geli sekaligus puas melihat potongan rambut baru mereka yang membuat penampilan tampak lebih segar dan percaya diri.

Bagi yang pandangannya mulai mengabur, bantuan pemeriksaan mata dan 100 kacamata baca gratis dari RSMM Surabaya menjadi berkah luar biasa. Pemprov Jatim juga membagikan alat bantu mobilitas bagi mereka yang terbatas geraknya. Sementara itu, layanan fisioterapi dari UPT RSBN sibuk memijat dan merapi otot-otot tua yang kerap mengeluh linu.

Suasana semakin semarak saat alunan musik Pentas Seni Lansia dimulai. Tanpa canggung, para lansia bernyanyi bersama, bergoyang tipis, dan melepaskan tawa lepas seolah melupakan beban usia. Kemandirian mereka juga terpajang nyata di stan UMKM Lansia dan Angkringan Lansia yang melibatkan 40 pedagang. Dari kerajinan tangan hingga produk makanan inovasi “Ladangku”, semuanya dinikmati gratis dan menjadi bukti nyata bahwa tangan-tangan yang mulai gemetar itu masih mampu menghasilkan karya produktif.

Berita Terkait :  IKLH Jatim 2025 Melorot, Pansus LKPj Gubernur Ungkap Kekacauan Data Pusat

Gubernur Khofifah paham betul bahwa senyum hari itu tidak boleh meredup saat perayaan usai. Komitmen jangka panjang pun digelontorkan. Bantuan zakat produktif senilai Rp500 ribu diberikan kepada 100 pedagang lansia dan pelaku UMKM sekitar UPT RSBN Malang sebagai modal penyambung asa usaha mereka. Paket sembako untuk 250 lansia serta daging kurban juga dibagikan untuk memastikan dapur mereka tetap mengepul.

Lebih dari itu, jaring pengaman sosial disiapkan secara terstruktur di luar momentum seremonial. Melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, sebanyak 54 ribu lansia di atas 70 tahun di Jatim mendapatkan bantalan ekonomi sebesar Rp2 juta per tahun yang dicairkan dalam empat tahap, dengan total anggaran menyentuh Rp108 miliar pada tahun 2026.

Bantuan permakanan juga disalurkan kepada lima Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) untuk 100 lansia senilai Rp457,5 juta. Bagi lansia telantar, Pemprov Jatim membuka pintu lebar-lebar di tujuh UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) yang tersebar di Jombang, Blitar, Pasuruan, Magetan, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi untuk memberikan rehabilitasi sosial dasar yang layak.

Menariknya, esensi HLUN 2026 di Jatim tidak hanya berhenti pada kelompok lansia saja. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengetuk kepedulian generasi muda serta mewujudkan keadilan sosial yang lebih luas.

Sebagai wujud nyata pelayanan yang inklusif, Gubernur Khofifah turut menggelontorkan bantuan sosial senilai Rp3,645 miliar khusus untuk Kota Malang. Bantuan jumbo ini dialokasikan bagi penyandang disabilitas, masyarakat miskin, serta kelompok rentan lainnya agar mereka dapat merasakan kue kesejahteraan yang sama di tengah kemeriahan HLUN.

Berita Terkait :  Satpol PP Pemprov Koloborasi dengan Satpol PP Kabupaten Situbondo Gelar Sosialisasi Pembentukan dan Pemberdayaan Satgas Linmas Dukung Trantibum

Sore itu, perayaan HLUN 2026 di Malang resmi berakhir. Namun, pesan yang ditinggalkan terpatri kuat. Sesuai jargon Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh, Jawa Timur Sejahtera, para orang tua di Jatim telah menunjukkan bahwa di balik fisik yang mulai merenta, ada jiwa-jiwa tangguh yang terus menginspirasi generasi muda untuk tetap mandiri, produktif, dan bermartabat hingga akhir hayat. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!