28.4 C
Sidoarjo
Monday, January 19, 2026
spot_img

Longsor, Mi Ma’Arif Ngargosari Ajukan Pemotongan Bambu ke DLH Gresik

Ketua Komite MI Ma’arif Ngargosari Ahmad Efendi


Gresik, Bhirawa
Akibat curah hujan tinggi Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif di Jalan Dewi Sekardadu, RT 3 RW 1, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas longsor. Akibat nya menimbulkan kerusakan pada ruang kelas yang disebabkan oleh bambu yang menjulang dan menimpa atap bangunan. Agar tidak berdampak lebih parah, pihak sekolah mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.

Operator Tata Usaha MI Ma’arif Ngargosari Erma Astutik mengatakan, saat dicek ke lokasi diketahui taman Adiwiyata di area sekolah mengalami amblas akibat tanah longsor. “Kami berharap setelah ini ada bantuan dari pemerintah, untuk membangun dan memperbaiki sekolah. Karena kondisi bangunan sekolah sudah cukup lama, membuat MI Ma’arif Ngargosari membutuhkan revitalisasi secara menyeluruh. Sebagai langkah awal penanganan, pihak kelurahan Ngargosari bersama BPBD Gresik. Telah meninjau lokasi,dan memfasilitasi penutupan sementara area longsor menggunakan terpal.”ujarnya.

Ketua Komite MI Ma’arif Ngargosari Ahmad Efendi mengatakan, longsor berdampak pada kerusakan ruang kelas disebabkan oleh bambu yang menjulang menimpa atap bangunan sekolah. Pihak sekolah pun telah mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, untuk melakukan pemotongan bambu tersebut.

Lokasi longsor di Mi Ma’Arif Ngargosari Kecamatan Kebomas Gresik

“Setelah proses pemotongan bambu dilakukan oleh DLH Gresik, sekolah akan langsung melanjutkan perbaikan plafon yang rusak. Perbaikan tersebut rencananya akan dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah, secepatnya agar proses belajar tetap berjalan.”ungkapnya.

Berita Terkait :  Pj Iwan Kurniawan Desak Semua Jajaran Optimalkan Penggunaan ETPD di Kota Malang

Sebagai langkah darurat yang bisa dilakukan, adalah memperbaiki sistem drainase di sekitar sekolah. Berharap ada bantuan dari URC PU atau DCKPKP Gresik, agar kondisi bisa segera dibetulkan dan aktivitas belajar mengajar tetap aman.

Ditambahkan Ahmad Efendi, bahwa untuk pembetulan yang longsor. Pihak sekolah belum bisa berbuat apa-apa, karena sekolah tidak memiliki dana. Selanjutnya, pihak sekolah diminta untuk mengajukan proposal ke Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, untuk proses perbaikan segera bisa dilaksanakan. [kim.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru