27 C
Sidoarjo
Monday, June 1, 2026
spot_img

Umsura Siapkan Beasiswa untuk Mahasiswa Daerah 3T

Bangun Klinik di Ende, Alumni Umsura Jadi Simbol Pengabdian Daerah 3T
Surabaya, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memberikan perhatian khusus kepada dr. Muhamad Ibrahim Sengaji. Alumni Program Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) yang diwisuda di Dyandra Convention Centre, Senin (1/6/2026) itu dinilai menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat melahirkan lulusan yang memberi manfaat bagi masyarakat di daerah asalnya.

Yakni membangun layanan kesehatan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende tersebut selama ini dikenal aktif mendorong peningkatan akses layanan kesehatan di wilayah Flores. Pengalamannya bertugas di berbagai daerah di NTT membuatnya memahami kebutuhan masyarakat akan fasilitas kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas.

“Banyak masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas. Pengalaman itu semakin menguatkan tekad saya untuk berkontribusi di daerah sendiri,” ujar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, gagasan membangun fasilitas kesehatan di Ende berangkat dari kegelisahannya melihat masih terbatasnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Inspirasi tersebut semakin kuat saat ia menjalani pendidikan profesi di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dan menyaksikan bagaimana sebuah klinik dapat berkembang menjadi rumah sakit yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Kini, melalui Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende yang dipimpinnya, Ibrahim berharap masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau sekaligus berkualitas.

Berita Terkait :  Kerusakan Cukup Parah, Kadindik Minta Kepala SMKN 2 Ponorogo Inventaris Fasilitas yang Rusak

“Melalui klinik ini kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses. Harapannya fasilitas kesehatan Muhammadiyah dapat terus berkembang dan menjadi solusi bagi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di Flores dan sekitarnya,” katanya.

Bagi Ibrahim, perjalanan membangun layanan kesehatan di kampung halaman merupakan bagian dari pengabdian yang ingin terus ia lakukan. Ia berharap semakin banyak generasi muda dari daerah 3T yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan kembali membangun daerahnya masing-masing.

“Keberhasilan bukan hanya tentang meraih kesuksesan pribadi, tetapi bagaimana kita bisa kembali dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah sendiri,” pungkasnya.

Kiprah Ibrahim rupanya menginspirasi Umsura untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua, mengatakan kampusnya akan membuka program beasiswa khusus bagi mahasiswa dari daerah 3T, dengan fokus awal pada wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Teman kita untuk turut membantu pendidikan yang bisa diakses oleh teman-teman yang di daerah 3T. Kebetulan alumni kita yang tadi pagi kita wisuda itu ada yang dari 3T. Dia merintis pendirian klinik dan animonya memang luar biasa. Itu sebagai bukti komitmen kita, dukungan kita, maka kita buka beasiswa itu,” kata Prof. Mundakir.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari kontribusi Umsura dalam mendukung pemerataan pendidikan tinggi. Kampus ingin memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Berita Terkait :  Imbau Siswanya Tak Keluar Rumah, Smamda Surabaya Gelar Daring

“Ini bagian dari kontribusi Umsura kepada pemerintah untuk bagaimana agar pendidikan ini merata dan bisa diakses oleh semua lapisan, termasuk teman-teman di daerah 3T. Kita beri fasilitas, kita beri kemudahan untuk bisa kuliah di sini,” ujarnya.

Pada tahap awal, beasiswa akan diprioritaskan untuk program studi kesehatan di luar Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi.

Namun, Umsura juga membuka peluang penyusunan skema khusus bagi mahasiswa kedua fakultas tersebut pada tahap berikutnya.

Tak hanya membuka akses pendidikan, Umsura juga menyiapkan dukungan bagi pengembangan layanan kesehatan di Ende.

Dukungan itu mencakup penguatan sumber daya manusia kesehatan, pendampingan manajemen layanan, manajemen keuangan, hingga pengembangan SDM.

“Tenaga kesehatan tidak hanya perawat, bidan, tenaga analis yang menjadi kebutuhan akan kita berikan kesempatan. Terutama jika karyawan atau masyarakat di sana membutuhkan pendidikan lanjutan, nanti bisa ke Umsura,” jelas Prof. Mundakir.

Ia menambahkan, Umsura juga siap bersinergi dalam pengembangan fasilitas kesehatan di Ende. Bahkan dalam proyeksi dua hingga tiga tahun mendatang, klinik yang saat ini berdiri di wilayah tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi rumah sakit.

“Kita lakukan pendampingan mulai dari layanan, manajemen keuangan, manajemen SDM. Nanti kita proyeksikan dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan bukan hanya klinik yang berdiri di sana, tetapi rumah sakit. Potensinya sangat besar untuk didirikan rumah sakit di sana,” tuturnya.

Berita Terkait :  ITS - SPIL Bangun SRC untuk Pengembangan Inovasi di Bidang Pelayaran dan Logistik

Selain itu, Umsura membuka peluang keterlibatan mahasiswa kesehatan dan kedokteran untuk menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun magang di wilayah tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan kita sebar SDM kita baik dari mahasiswa kedokteran maupun mahasiswa kesehatan untuk KKN atau magang di sana supaya layanan kesehatan lebih masif dan lebih luas,” katanya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!