29 C
Sidoarjo
Wednesday, September 16, 2026
spot_img

Komitmen SDG 13, Universitas Negeri Malang Wujudkan Kampus Hijau


Malang, Bhirawa – Memperingati Hari Ozon Sedunia, Universitas Negeri Malang (UM) mempertegas komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan bumi. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman pohon dan tanaman hias di lingkungan kampus, tepatnya di halaman Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 UM, Rabu (16/9).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., serta melibatkan puluhan mahasiswa dan relawan Green Campus UM. Aksi penanaman ini ditujukan untuk meningkatkan kepedulian warga kampus sekaligus mendorong lahirnya budaya kampus sehat yang berkelanjutan.

Sejumlah vegetasi yang ditanam meliputi pohon bodhi, beringin, trembesi, hingga tanaman hias Sansevieria (lidah mertua). Jenis-jenis tanaman tersebut dipilih secara khusus karena memiliki kemampuan penyerapan emisi yang tinggi serta bermanfaat bagi kualitas udara, baik outdoor maupun indoor.

Wakil Rektor III UM, Prof. Markus Diantoro, menjelaskan bahwa upaya perlindungan lapisan ozon harus dilakukan secara beriringan melalui aksi penghijauan dan pengurangan aktivitas yang merusak lingkungan. Menurutnya, penggunaan bahan kimia sintetis pada perangkat pendingin udara (AC) dan lemari es menjadi salah satu pemicu penipisan lapisan ozon yang harus terus ditekan.

“Dulu penggunaan bahan kimia berbahaya pada perangkat AC dan kulkas menjadi penyebab penipisan lapisan ozon. Maka dari itu, ada dua langkah utama yang harus dilakukan, yaitu gerakan penanaman pohon dan pengurangan jejak kerusakan akibat aktivitas manusia itu sendiri,” jelas Prof. Markus di sela-sela kegiatan.

Berita Terkait :  Perkuat Sinergi Menuju Prestasi, Spemma Surabaya Gelar Raker

Prof. Markus juga menegaskan bahwa capaian apresiasi lingkungan seperti UI GreenMetric yang diraih UM bukanlah sasaran akhir. Poin terpenting adalah bagaimana menjadikan gaya hidup ramah lingkungan sebagai kesadaran kolektif seluruh civitas akademika.

“Yang kita kejar bukan sekadar pemeringkatan. Nilai termahal dari gerakan ini adalah membudayakan kampus sehat yang melibatkan seluruh komponen mahasiswa dan dosen secara aktif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua UM Green Campus, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., menambahkan bahwa pemilihan jenis vegetasi didasari oleh fungsi ekologisnya yang spesifik. Pohon bodhi dan beringin difungsikan sebagai penyuplai oksigen skala besar, trembesi diprioritaskan untuk menyerap karbondioksida secara maksimal, sedangkan Sansevieria ditempatkan untuk menjaga kualitas sirkulasi udara di dalam ruangan.

“Jumlah mahasiswa UM terus bertambah. Jangan sampai kebutuhan oksigen kita justru tergantung dari luar. Kita wajib menyediakan pasokan oksigen yang mandiri dan bersih di lingkungan kampus sendiri,” ujar Prof. Sumarmi.

Aksi nyata ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action). Melalui penanaman pohon berkelanjutan dan penguatan kesadaran ekologis, UM berkomitmen menjadikan peringatan Hari Ozon Sedunia bukan sekadar seremoni harian, melainkan gerakan kampus hijau yang berdampak panjang. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!