28.9 C
Sidoarjo
Thursday, July 16, 2026
spot_img

KKG PAI Kota Batu Tingkatkan Kompetensi Guru Dengan Pembelajaran Lebih Mendalam

Kota Batu, Bhirawa – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kota Batu mewujudkan komitmen untuk meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam. Hal ini dilakukan dengan menggelar workshop penguatan kompetensi guru PAI dengan melakukan ‘Pembelajaran Mendalam’.

Workshop ini diikuti oleh seluruh guru PAI jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Kota Batu, serta dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“Workshop peningkatan kompetensi guru PAI inu mengusung tema Satu Inovasi Hari Ini, Sejuta Inspirasi Esok Hari,” ujar Muhammad Nur Adhim, Plt Kadindik Kota Batu saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Dengan mengikuti worhshop ini diharapkan para guru PAI di Kota Batu mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, dan terutama berfokus pada peserta didik.

Adapun konsep ‘deep learning’ atau pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi. Tetapi juga berfokus pada kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreatif.

Dan tak ketinggalan, dalam metode ini juga menekankan pada kolaborasi, komunikasi, serta pembentukan karakter dan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu KKG PAI bersama Dindik Kota Batu menghadirkan para narasumber yang kompeten dalam memberikan wawasan baru mengenai metode ini.

Adapun pengambilan tema “Satu Inovasi Hari Ini, Sejuta Inspirasi Esok Hari” bertujuan sebagai pengingat. Bahwa, perubahan besar dalam dunia pendidikan selalu diawali dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Berita Terkait :  Dorong Akomodasi Layak, OPDis Sidoarjo Perkuat Strategi Komunikasi

Setiap inovasi yang dihasilkan oleh seorang guru diyakini mampu memberikan dampak positif yang luas.

“Dampak luas tersebut tidak hanya bagi peserta didik di kelasnya, tetapi juga menginspirasi guru lain untuk terus berinovasi demi peningkatan mutu pendidikan,” jelas Adhim.

Dengan telah dilaksanakannya workshop penguatan kompetensi guru, menjadi penanda bahwa keberadaan KKG PAI Kota Batu merupakan wadah pengembangan kompetensi profesional guru PAI yang berkelanjutan. Dengan semangat belajar sepanjang hayat, kolaborasi, dan inovasi, diharapkan guru PAI di Kota Batu senantiasa menjadi agen perubahan.

“Dan sebagai agen perubahan, guru PAI harus  mampu menghadirkan pendidikan agama yang relevan, inspiratif, dan berdampak bagi kemajuan generasi masa depan,” tambah Adhim.

Apalagi, sekolah sebagai lembaga pendidikan saat ini juga berfungsi sebagai benteng menangkal pergeseran nilai budaya sosial. Seperti dikatakan Wakil Wali Kota (Wawali) Batu, Heli Suyanto  bahwa lingkungan sekolah, komunitas peribadatan, dan juga kepemudaan seperti Remaja Masjid (Remas) merupakan benteng pertahanan terkuat masyarakat dalam dalam menangkal pergeseran nilai budaya sosial seperti, munculnya pergerakan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ).

Pergerakan LGBTQ sebagai budaya yang menjadi ancaman non militer seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025.

“Dalam menangkal LGBTQ, selain mengandalkan aturan hukum, kita juga harus menggandeng lingkungan sekolah dan juga komunitas peribadatan seperti Remas,” ujar Heli.

Berita Terkait :  Pemkot Batu Gencarkan Gemarikan Pelajar SD

Lembaga sekolah melalui guru PAI bisa menggalakkan edukasi moral dan penguatan karakter. Dan sekolah akan menjadi benteng awal dan deteksi dini terhadap pergeseran nilai budaya sosial di masyarakat lokal. Dengan partìsipasi aktif sekolah bersama komunitas kepemudaan maka isu ideologi dan pergerakan LHBTQBQ akan bisa ditangkal sejak dini. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!