Gresik, Bhirawa – SMAN 1 Kebomas menggandeng Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik untuk melakukan kalibrasi ulang arah kiblat serta penataan shaf di Masjid Al-Akbar sekolah. Pengukuran memanfaatkan momen fenomena astronomis Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zam.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Sekolah Komari Bin Jainuri, Ketua Komite Acmad Efendi, serta jajaran guru. Dipimpin langsung Ketua LFNU Gresik Muchyiddin Hasan, pengukuran dilakukan dengan metode praktis menggunakan tongkat tegak lurus, bayangan benda, dan penggaris busur untuk menentukan garis acuan baru.
Hasil pengukuran menunjukkan adanya pergeseran minor sekitar 0,5 derajat, sehingga arah kiblat sebenarnya sudah mendekati benar, namun penataan shaf perlu disesuaikan. “Fenomena ini terjadi saat matahari tepat berada di atas Ka’bah, kali ini mencapai puncaknya pukul 16.27 WIB. Hasil ini menjadi acuan utama penataan shaf selanjutnya,” jelas Muchyiddin.
Wakasek Humas SMAN 1 Kebomas Bagus Sasmito menjelaskan, langkah ini sebagai wujud ikhtiar menyempurnakan syarat sah ibadah, sekaligus menyikapi kekhawatiran pergeseran lempeng bumi yang berpotensi mengubah akurasi pengukuran lama. “Besok pagi garis shaf akan segera ditata ulang. Kami berupaya benar-benar sesuai ketentuan fiqih,” ujarnya.
Masjid Al-Akbar memiliki peran vital bagi pembentukan karakter siswa, selain untuk shalat wajib dan Jumat, juga digunakan rutin shalat Dhuha enam kelas paralel serta program unggulan “Jumat Religi” yang digabung dengan Jumat Sehat dan Jumat Bersih. [kim.kt]


