Pemprov Jatim, Bhirawa
Sinergi antara pemerintah, sekolah dan alumni dalam membangun pendidikan kembali ditunjukkan melalui peresmian Gedung Graha Nusantara di SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (1/6). Gedung yang dibangun dari hasil gotong royong alumni SMADA itu diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno, Ketua IKASMADABAYA Nora Lelyana serta Kepala SMAN 2 Surabaya Titik Hariani.
Gubernur Khofifah mengatakan, keberadaan Graha Nusantara menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komite, orang tua dan alumni dalam mendukung kemajuan pendidikan di Jawa Timur.
“Ini jadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang semakin berkualitas dan mampu menjawab tantangan masa depan. Pertemuan ini tidak sekadar gagasan, tetapi menjadi bagian dari penguatan kebangsaan,” ujar Khofifah.
Menurutnya, fasilitas yang dibangun dari kontribusi para alumni tersebut diharapkan mampu menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih modern, adaptif dan representatif bagi seluruh warga sekolah.
Peresmian Graha Nusantara yang bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila 2026 juga disebut menjadi simbol penguatan persatuan dan kebangsaan dalam semangat Harmonious Partnership yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
“Hari ini adalah hari yang akan membangun penguatan kita sebagai sebuah bangsa. Alumni SMADA yang sekarang beraktivitas di berbagai profesi dan sektor, hari ini hatinya merah putih, pikirannya merah putih dan gerakannya juga merah putih,” kata Khofifah.
Khofifah juga mengingatkan bahwa SMAN 2 Surabaya memiliki nilai historis yang kuat karena Presiden pertama RI Soekarno pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Selain itu, banyak alumni SMADA yang kini menduduki posisi penting di berbagai bidang di Indonesia.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus bergandengan tangan dalam mendukung pembangunan pendidikan dan penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Ketika panjenengan sudah menyatukan dan bergandengan tangan, menguatkan semangat, sesungguhnya SMADA telah memberikan dedikasi dan kontribusi untuk masyarakat, bangsa dan negara,” pesannya.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Pemprov Jatim juga akan merevitalisasi 15 ruang kelas di SMAN 2 Surabaya mulai Juni mendatang. Program tersebut didukung anggaran Rp1,5 miliar dari Pemprov Jatim dan sekitar Rp781 juta dari Kemendikti RI.
Khofifah menegaskan, ruang kelas bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi ruang tumbuh dan berkembangnya semangat serta harapan para siswa.
“Ruang kelas itu adalah bagian dari penguatan bagaimana tumbuh kembang anak-anak terbangun. Semangat mereka untuk terus berkembang lebih baik lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp1 juta.
Sementara itu, Ketua IKASMADABAYA Nora Lelyana mengatakan pembangunan Graha Nusantara sepenuhnya berasal dari gotong royong alumni lintas angkatan SMAN 2 Surabaya.
Pembangunan yang dimulai sejak Oktober 2024 dan peletakan batu pertama pada Februari 2025 itu menelan biaya sekitar Rp3 miliar. Gedung tersebut kini memiliki kapasitas hingga 400 orang dengan konsep teater, meningkat dari sebelumnya hanya 150 orang.
“Graha Nusantara ini dibangun dengan rasa cinta dan keikhlasan para alumni dan donatur. Ketika semua bergandengan tangan, harapan bisa menjadi kenyataan,” kata Nora. [ina.kt]


