32.9 C
Sidoarjo
Saturday, August 8, 2026
spot_img

Gus Ulib Ungkap Alasan Gus Irfan Layak Jadi “Boarding Pass NU Menuju Indonesia Emas”

Jombang, Bhirawa – Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, KH Zainul Ibad As’ad atau yang akrab disapa Gus Ulib, menyebut sosok Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan sebagai figur yang memiliki posisi strategis dalam membawa semangat perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) menuju cita-cita Indonesia Emas.

Menurut Gus Ulib, Gus Irfan yang juga Menteri Haji dan Umrah ini bukan sekadar representasi generasi penerus ulama, tetapi juga figur yang diharapkan mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan para muassis NU di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ia menilai, warisan pemikiran dan perjuangan KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, menjadi fondasi penting bagi generasi penerus dalam menjalankan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.

“Gus Irfan ini bisa kita ibaratkan sebagai boarding pass NU menuju Indonesia Emas. Ini tentu sebuah kiasan, bahwa kita berharap NU semakin memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa,” ujar Gus Ulib, Sabtu (8/8).

Menurutnya, boarding pass tersebut bukan dimaknai sebagai tiket menuju kekuasaan, melainkan simbol harapan dan kepercayaan warga Nahdliyin terhadap figur yang mampu menjembatani nilai-nilai pesantren, keislaman, kebangsaan, dan pemerintahan.

Gus Ulib menegaskan, kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia ke depan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif maupun politik. Lebih dari itu, diperlukan kepemimpinan yang memiliki basis keilmuan, akhlak, integritas, serta semangat pengabdian.

“Warisan Mbah Hasyim bukan hanya soal nama besar, tetapi bagaimana nilai keilmuan, akhlak, persatuan dan pengabdian itu terus dihidupkan oleh generasi setelahnya,” jelasnya.

Berita Terkait :  Polresta Malang Terapkan Manajemen Arus Lalin

Ia melihat Gus Irfan memiliki latar belakang yang kuat sebagai bagian dari keluarga besar pendiri NU. Gus Irfan dikenal sebagai cucu langsung KH Hasyim Asy’ari. Posisi tersebut, kata Gus Ulib, membawa tanggung jawab moral sekaligus historis untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan para pendahulu.

Terlebih, Gus Irfan saat ini dipercaya mengemban amanah di bidang penyelenggaraan haji dalam pemerintahan Republik Indonesia. Menurut Gus Ulib, amanah tersebut menjadi ruang pengabdian yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

“Ketika seseorang mendapat amanah di pemerintahan, tentu yang paling penting adalah bagaimana amanah itu dijalankan dengan sebaik-baiknya. Apalagi menyangkut pelayanan kepada umat,” katanya.

Gus Ulib menambahkan, kontribusi NU menuju Indonesia Emas harus diwujudkan melalui kerja nyata di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, pelayanan publik, hingga penguatan sumber daya manusia.

Karena itu, ia berharap generasi NU tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan nasional, tetapi tampil sebagai bagian penting dari solusi berbagai persoalan bangsa.

“Indonesia Emas membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, tetapi tetap memiliki karakter dan akhlak. Di sinilah nilai-nilai pesantren dan NU memiliki peran yang sangat besar,” tandasnya.

Dalam perspektif tersebut, istilah “boarding pass NU menuju Indonesia Emas” menjadi metafora atas harapan besar warga Nahdliyin agar NU mampu terus mengambil peran strategis dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, berkeadilan, berakhlak, serta tetap kokoh dalam nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan.

Berita Terkait :  Tambah Super Koridor Internet, Kurangi Titik Blank Spot Kota Probolinggo

Bagi Gus Ulib, perjalanan menuju Indonesia Emas bukan hanya persoalan target pembangunan, tetapi juga bagaimana kemajuan tersebut tetap berpijak pada karakter bangsa.

“Semangatnya adalah bagaimana NU terus hadir untuk umat dan bangsa. Maju secara peradaban, tetapi tidak kehilangan akar nilai dan akhlaknya,” pungkasnya. (geh.kt)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!