32.9 C
Sidoarjo
Saturday, August 8, 2026
spot_img

Akhdan-Deninta Terpilih Jadi Raka Raki Jatim 2026, Bawa Misi Promosi Pariwisata

Pemprov, Bhirawa – Malam puncak Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2026 di Aston Gresik Hotel, Jumat (7/8/2026), menjadi momentum lahirnya dua figur muda yang akan membawa misi promosi pariwisata dan kebudayaan Jawa Timur.

Raka Akhdan Muhammad Zahran Wibisono dari Kabupaten Malang dan Raki Deninta Festi Berliani dari Kota Surabaya keluar sebagai Raka Raki Jawa Timur 2026.

Keduanya bukan hanya menyandang gelar sebagai duta wisata, tetapi juga mendapat tanggung jawab untuk ikut memperkenalkan potensi Jawa Timur kepada masyarakat luas.

Peran tersebut menuntut kemampuan komunikasi, wawasan, kepemimpinan, kreativitas, sekaligus kepedulian terhadap pariwisata dan kebudayaan daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, Pemilihan Raka Raki harus ditempatkan lebih dari sekadar ajang mencari juara.

Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan anak muda yang mampu berjalan bersama pemerintah dalam memperkenalkan potensi daerah.

“Pemilihan Raka Raki pada malam ini bukan sekadar kompetisi atau penobatan. Bukan sekadar ajang gengsi untuk memperoleh juara. Lebih dari itu adalah sebuah proses kaderisasi generasi muda untuk menjadi mitra strategis pemerintah,” kata Adhy.

Ia menilai, perkembangan sektor pariwisata Jawa Timur membutuhkan keterlibatan anak muda yang mampu berkomunikasi dengan baik, memiliki integritas, wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta mampu mengikuti perubahan zaman.

Apalagi, Jawa Timur memiliki modal pariwisata yang besar, mulai dari destinasi wisata, keragaman budaya hingga potensi ekonomi kreatif. Seluruh kekuatan tersebut membutuhkan pola promosi yang mampu menjangkau masyarakat, terutama generasi muda.

Berita Terkait :  Mentrans Tekankan Peran Transmigrasi untuk Ekonomi Baru Indonesia

“Ini sangat membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi agent of change, yang mampu menjadi duta budaya, yang mampu menjadi duta pariwisata,” ujarnya.

Adhy berharap gelar yang diraih Akhdan dan Deninta tidak berhenti pada malam penobatan. Keduanya diharapkan terus bergerak mengenalkan berbagai potensi Jawa Timur sekaligus menjadi contoh generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari menambahkan, penyelenggaraan Raka Raki 2026 sejak awal dirancang untuk menghasilkan duta wisata yang memiliki kapasitas sekaligus mampu menghadirkan program yang memberi manfaat.

“Tahun 2026, Pemilihan Raka Raki Jawa Timur mengusung pendekatan yang lebih berdampak melalui penguatan kompetensi kepemimpinan, komunikasi publik, digital branding, dan aksi nyata di tengah masyarakat,” jelas Evy.

Kedua Raka Raki Jatim terpilih berfoto bersama dengan Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari, Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama dan Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno, dalam Malam Puncak Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2026 di Aston Gresik Hotel, Jumat (7/8/2026).

Untuk mencapai tahap grand final, para peserta harus melewati serangkaian tahapan. Seleksi diawali dengan Unjuk Bakat yang menjadi ruang bagi peserta memperlihatkan kreativitas dan kemampuan masing-masing.

Tahapan berikutnya adalah Program Berdampak yang berlangsung selama Juni 2026 dengan mengangkat tema Sustainable Tourism. Dalam program ini, finalis tidak cukup hanya menawarkan ide, tetapi dituntut merancang sekaligus menjalankan kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Dua program terbaik dari tahapan tersebut selanjutnya akan dipertimbangkan menjadi salah satu kegiatan prioritas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Raka Raki terpilih nantinya juga akan terlibat dalam implementasinya.

Berita Terkait :  Pj Wali Kota Batu: Persembahan Tanda Cinta untuk KWB

Para finalis kemudian mengikuti IRARI Talk untuk menguji kemampuan menyampaikan gagasan sekaligus menganalisis berbagai persoalan. Proses tersebut dilanjutkan dengan karantina yang berisi pembekalan karakter, kemampuan berbicara di depan publik, wawasan pariwisata dan kebudayaan, serta kepemimpinan.

Penguatan pemahaman terhadap budaya lokal juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Para peserta diperkenalkan dengan kekayaan budaya Jawa Timur melalui penampilan busana pakem dan Glow in the Dark Batik.

Evy memastikan proses seleksi dan penilaian berlangsung secara profesional dan independen. Para juri berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi.

Dengan terpilihnya Akhdan dan Deninta, babak baru pun dimulai. Keduanya kini menjadi bagian dari representasi Jawa Timur dalam memperkenalkan kekayaan pariwisata dan kebudayaan kepada publik.

Misi tersebut mencakup promosi destinasi wisata, budaya, produk ekonomi kreatif, hingga penguatan gagasan pariwisata berkelanjutan.

Selain gelar, Raka Raki Jawa Timur 2026 juga mendapatkan sejumlah bentuk apresiasi. Penghargaan tersebut antara lain uang pembinaan dari Gubernur Jawa Timur, dukungan bagi pelaksanaan program berdampak, beasiswa pendidikan, program pelatihan, voucher, produk pendukung, serta berbagai hadiah lainnya. [rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!