Surabaya, Bhirawa – SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) kembali menghidupkan program Kelas Mall di BG Junction Surabaya sebagai inovasi pembelajaran berbasis kecakapan hidup (life skills). Program yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 itu kini hadir dengan konsep baru yang lebih menekankan pengalaman belajar kontekstual dan kesiapan siswa menghadapi kehidupan nyata.
Kelas Mall merupakan program yang telah dirintis SMAMX sejak 2011, menjadikannya sekolah Muhammadiyah pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pembelajaran di pusat perbelanjaan. Kini, program tersebut diintegrasikan dalam inisiatif MBA Spartans (Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains) yang menaungi sejumlah satuan pendidikan Muhammadiyah di Surabaya.
Dalam pelaksanaannya, seluruh aktivitas siswa dilakukan di lingkungan mall, mulai dari mengikuti pembelajaran, beristirahat, melaksanakan salat berjamaah hingga menyelesaikan kegiatan sekolah. Lingkungan mall dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran untuk membangun pengalaman nyata bagi peserta didik.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAMX, Alvin Nurwahyu, mengatakan Kelas Mall bukan sekadar memindahkan ruang belajar ke lokasi berbeda, tetapi menjadikan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Kelas Mall ini bukan sekadar belajar di tempat yang berbeda. Kami ingin siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata. Mereka belajar mengurus dirinya sendiri, berinteraksi dengan orang lain, mengelola uang, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, sekaligus belajar menjalankan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Alvin, program tersebut dirancang agar siswa tidak hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami ingin sekolah menjadi tempat untuk mempersiapkan kehidupan. Karena itu, siswa perlu mendapatkan pengalaman langsung, bukan hanya memahami teori. Mall memberikan banyak situasi nyata yang bisa dijadikan laboratorium pembelajaran,” tambahnya.
Materi pembelajaran difokuskan pada penguatan berbagai aspek kecakapan hidup, seperti kemampuan mengurus diri, berperan dalam keluarga dan masyarakat, mengelola keuangan, mengembangkan kecakapan sosial-emosional, memecahkan masalah, hingga memperkuat nilai ketakwaan.
Program ini diikuti seluruh siswa SMAMX secara bergiliran sesuai jadwal yang disusun tim kurikulum sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan belajar langsung di lingkungan mall.
Salah seorang siswa kelas X SMAMX, Nur Sultan, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.
“Belajar di mall itu seru karena suasananya berbeda. Kami tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung melakukan dan mengalami sendiri. Saya jadi belajar mengatur diri, berinteraksi dengan orang lain, dan menyelesaikan masalah ketika berada di lingkungan umum,” katanya.
Ke depan, SMAMX berencana mengembangkan Kelas Mall melalui kolaborasi dengan berbagai tenant di BG Junction. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus memperkuat fungsi mall sebagai ruang belajar alternatif yang mendukung pengembangan kecakapan hidup. [ina]


