32.9 C
Sidoarjo
Saturday, August 8, 2026
spot_img

Karhutla Bromo Capai 176 Hektare, Kejar Recovery Bromo dengan Water Bombing dan Drone

Kab. Probolinggo, Bhirawa – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga Jumat (7/8/2026) telah meluas hingga sekitar 176 hektare. Upaya pemadaman terus diperkuat melalui operasi darat, water bombing menggunakan helikopter, serta pemanfaatan drone untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Bromo, Jumat, memastikan seluruh unsur gabungan terus mengoptimalkan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.

“Terima kasih relawannya banyak sekali, Manggala Agni, relawan pecinta hutan, pecinta gunung di sekitaran Bromo semua punya peran yang luar biasa, TNI/Polri juga mengerahkan pasukannya. Support mereka mudah-mudahan mempercepat semua proses recovery,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) dengan luas sekitar 7,9 hektare. Luas area terdampak kemudian meningkat menjadi sekitar 44 hektare dan terus meluas hingga mencapai sekitar 176 hektare berdasarkan perkembangan Jumat pagi.

Melihat perkembangan tersebut, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak hari kedua untuk mendapatkan dukungan helikopter water bombing berkapasitas sekitar 1.000 liter.

Helikopter bantuan dari Kalimantan Tengah tiba pada Jumat pagi dan mulai digunakan untuk pemadaman. Hingga Jumat sore, tercatat empat kali water bombing dilakukan pada sejumlah titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Berita Terkait :  SILPA Rp4,7 Triliun Jadi Andalan Pemprov Jatim di Perubahan APBD 2025

Namun, operasi pemadaman dari udara belum dapat berjalan maksimal karena kondisi angin di kawasan Bromo cukup kencang dan berubah-ubah. Kondisi tersebut membuat penerbangan harus disesuaikan dengan situasi lapangan demi menjaga keselamatan pilot dan kru.

“Water bombing sudah mulai dilaksanakan. Namun ketika angin bertiup cukup kencang, operasional helikopter harus menyesuaikan kondisi demi keselamatan. Karena itu strategi pemadaman terus disesuaikan dengan situasi di lapangan,” jelas Khofifah.

Selain angin, perbedaan elevasi antara sumber air dan lokasi kebakaran juga menjadi tantangan dalam operasi udara. Kendati demikian, Khofifah menyebut pemadaman melalui udara menjadi salah satu pilihan penting untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani personel di darat.

Untuk memperkuat operasi tersebut, BNPB dijadwalkan mengirim tambahan satu unit helikopter pada Sabtu (8/8/2026). Dengan tambahan armada itu, dua helikopter water bombing diharapkan dapat dioperasikan secara lebih optimal apabila kondisi angin mendukung.

“Hari ini akan datang lagi heli perbantuan dari BNPB. Kalau ada dua armada heli water bombing, semoga anginnya bisa landai sehingga dua heli bisa memaksimalkan melakukan water bombing dan pemadaman hari ini, Sabtu (8/8/2026),” ujarnya.

Sumber air untuk operasi water bombing juga diupayakan dari kawasan Ranupani. Lokasi tersebut dinilai lebih dekat dengan area kebakaran dibandingkan sumber air yang digunakan saat penanganan karhutla Bromo pada 2023, ketika helikopter mengambil air dari kawasan Kaliandra maupun Batu.

Berita Terkait :  2.809 Calon Taruna-Taruni Lolos Tahap 1 SPMB di Enam SMAN Taruna Jawa Timur

“Harapannya dari Ranupani ini bisa lebih dekat. Mudah-mudahan besok anginnya landai, kemudian mengambil airnya dari Ranupani, dua heli water bombing bisa maksimal pemadaman,” tutur Khofifah.

Selain helikopter, pemadaman diperkuat dengan drone water bombing yang memiliki kapasitas membawa sekitar 100 hingga 150 liter air dalam setiap penerbangan. Drone digunakan untuk membantu pembasahan sekaligus memantau persebaran titik api di lokasi yang sulit dijangkau.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan keterangan pers dihadapan para wartawan.

Operasi darat tetap dilakukan secara bersamaan dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari BPBD, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan pecinta hutan dan gunung, serta masyarakat sekitar. Penyemprotan manual dan pembuatan sekat bakar dilakukan untuk mengendalikan api dan mencegah penjalaran lebih lanjut.

Di tengah proses pemadaman, Balai Besar TNBTS juga mulai menelusuri penyebab kebakaran. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja mengatakan dugaan awal mengarah pada aktivitas manusia, bukan faktor alam. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Menurut Rudijanta, titik awal api berada di jalur tradisional yang menghubungkan Desa Argosari dan Desa Ranupani, tepatnya di kawasan puncak tebing. Jalur tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam penelusuran awal penyebab kebakaran.

“Kalau dari dugaan ada kemungkinan itu faktor manusia jadi bukan faktor alam, karena jalur di atas awal api itu ada di puncak tebing. Ada jalur tradisional yang menghubungkan Desa Argosari dan Desa Ranupani. Sepertinya tidak ada unsur sengaja kalau menurut kami,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Wali Kota Kediri Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Basis Data Ekonomi

Sebelumnya, dari hasil pengecekan sementara, TNBTS juga menduga api dapat berasal dari aktivitas perapian atau api unggun yang tidak dipadamkan secara sempurna. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini kami masih fokus pada upaya pemadaman. Namun, penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran akan terus kami lakukan,” kata Rudijanta.

Karhutla yang memasuki hari kelima tersebut juga berdampak terhadap aktivitas wisata Gunung Bromo. Penutupan tiga pintu masuk wisata menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan turun sekitar 25 persen dibandingkan hari normal. Sebagian wisatawan memilih membatalkan perjalanan meski pengelola telah mengarahkan ke akses lain yang masih dibuka.

Khofifah berharap tambahan armada udara, kondisi cuaca yang lebih mendukung, serta sinergi seluruh personel dapat mempercepat pengendalian kebakaran.

“Semoga tambahan satu heli water bombing hari ini, Sabtu (8/8) dapat melakukan pemadaman sampai tuntas,” harapnya.  [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!