29.6 C
Sidoarjo
Tuesday, May 19, 2026
spot_img

Kemenperin RI Dorong Diversifikasi Produk Tenun Ikat Kota Kediri

Kota Kediri, Bhirawa
Kota Kediri menjadi lokasi pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Produk Tenun Ikat yang diinisiasi Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kediri.

Kegiatan yang berlangsung pada 18-22 Mei 2026 itu difokuskan untuk mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) mengembangkan produk fesyen berbasis tenun agar memiliki nilai tambah dan daya saing lebih luas. Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari pelaku IKM fesyen dan pengrajin tenun mengikuti pelatihan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 tersebut.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan mengatakan, Kota Kediri dipilih karena dinilai memiliki potensi Tenun Ikat yang berkembang cukup baik. “Secara teknis produk tenun di Kota Kediri sudah sangat baik. Karena itu kami mencoba mengolaborasikan IKM tenun dengan IKM fesyen agar nantinya bisa menghasilkan produk jadi seperti tas, pakaian, maupun aksesori yang diminati pasar,” ujarnya.

Menurutnya, bimtek kali ini tidak lagi membahas teknik dasar menenun, melainkan lebih diarahkan pada pengembangan desain produk. Kemenperin juga menggandeng Universitas Ciputra untuk memberikan materi terkait desain fesyen dan pengembangan produk. Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong mengolah kain tenun menjadi produk fesyen bernilai ekonomi lebih tinggi, mulai dari tas hingga sepatu.

Berita Terkait :  Gubernur Jatim Salurkan Bansos, Kadinsos Harapkan sebagai Pemantik

Selama lima hari pelatihan, peserta ditarget mampu menghasilkan sedikitnya dua produk prototipe berbasis tenun dalam waktu satu bulan setelah bimtek selesai. Peserta juga mendapat pendampingan konsultasi daring serta bantuan biaya produksi. “Meskipun waktunya terbatas, kami optimistis kegiatan ini bisa memunculkan produk-produk baru yang inovatif,” kata Budi. Hasil karya peserta rencananya akan dipamerkan dalam pameran bertema Swarna Wastra pada 9-11 Juni 2026 mendatang.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Kediri, Faiqoh Azizah menyebut Tenun Ikat telah menjadi identitas budaya sekaligus kebanggaan masyarakat Kota Kediri. Namun, menurutnya, perkembangan industri kreatif menuntut pelaku usaha terus berinovasi mengikuti tren pasar. “Produk lokal harus semakin kreatif dan mampu menyesuaikan kebutuhan pasar. Melalui bimtek ini kami berharap pelaku IKM bisa mengeksplorasi desain, motif, warna, hingga pengembangan bahan baku,” terangnya.

Ia juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan pemasaran digital dan aktif mengikuti pameran agar produk tenun Kediri semakin dikenal. “Harapannya dari kegiatan ini lahir produk-produk unggulan berbasis tenun yang punya daya saing sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tandas Faiqoh.[van.nov.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!