Gresik, Bhirawa
Semangat dan keahlian mempesona ditampilkan ratusan pesilat pelajar dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang pencak silat tingkat Kabupaten Gresik tahun 2026.
Kegiatan seleksi ini diikuti oleh para siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai sekolah se-Kabupaten Gresik, yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 18 hingga 20 Mei mendatang. Para atlet muda ini bersaing untuk memperebutkan tempat mewakili Kabupaten Gresik pada ajang yang sama di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sekretaris Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Gresik, Aris Afandi, menjelaskan bahwa pelaksanaan O2SN tahun ini memiliki pembaruan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain nomor pertandingan kategori seni, tahun ini panitia juga mulai menggelar pertandingan kategori tanding, meski masih dibatasi pada satu kelas berat untuk setiap jenjang pendidikan.
“Tahun ini diikuti sebanyak 120 peserta dari jenjang SD dan 64 peserta dari jenjang SMP yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Gresik, dan seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik,” ungkap Aris Afandi.
Untuk kategori tanding, jenjang SD mempertandingkan kelas H dengan rentang berat badan 40 hingga 42 kilogram, yang didominasi oleh siswa kelas 3 hingga kelas 5. Sementara untuk tingkat SMP, pertandingan digelar di kelas F dengan rentang berat badan 45 hingga 48 kilogram.
Ia juga menjelaskan mekanisme pertandingan di mana setiap atlet wajib mengikuti kategori seni terlebih dahulu sebelum diperbolehkan bertanding di kategori tanding.
“Sebetulnya tidak ada kesulitan berarti, karena memang aturannya begitu, setiap atlet harus mengikuti kategori seni lebih dulu baru bisa masuk ke babak tanding,” jelasnya.
Selain penambahan kelas pertandingan, O2SN tahun ini juga mulai menerapkan aturan baru hasil Musyawarah Nasional IPSI Tahun 2026, yang lebih mengutamakan faktor keselamatan bagi para atlet.
Salah satu perubahan aturan yang paling menonjol adalah larangan menerapkan teknik mencengkeram lawan selama pertandingan berlangsung, sehingga gerakan lebih difokuskan pada teknik mendorong dan menghindar demi keamanan peserta.
Minat generasi muda Gresik terhadap pencak silat sendiri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini terlihat jelas dari bertambahnya jumlah peserta yang mendaftar pada ajang kali ini.
Nantinya, dari seluruh peserta yang bertanding, akan dipilih empat atlet terbaik untuk dikirim mewakili Gresik ke tingkat provinsi. Rinciannya masing-masing satu atlet putra dan satu atlet putri untuk jenjang SD, serta satu atlet putra dan satu atlet putri untuk jenjang SMP.
Aris Afandi juga menambahkan jadwal kejuaraan selanjutnya, di mana O2SN tingkat Jawa Timur rencananya akan digelar pada minggu ketiga bulan Juni. Rangkaian ajang olahraga masih akan berlanjut dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang bela diri pada Oktober mendatang, serta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur yang akan dilaksanakan di Ngawi pada November 2026.
Melalui ajang ini, ia berharap akan lahir bibit-bibit atlet potensial dan berprestasi yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Gresik, baik di kancah provinsi maupun tingkat nasional. [kim.kt]


