Surabaya, Bhirawa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) berkerja sama dengan dan Kyoto Computer Gakuin (KCGI) Jepang dengan pengembangan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk transformasi pendidikan tinggi di Auditorium Unusa Lantai 9, Surabaya.
Pada acara tersebut juga memberikan kuliah tamu bertajuk AI Architecture in Higher Education di Auditorium, Dimana materinya menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi AI mulai mengubah sistem pendidikan tinggi di berbagai negara. Selasa, (19/5/2026)
Wakil Rektor III Unusa Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto mengatakan kerja sama internasional harus berorientasi pada implementasi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika.
“Berharap kolaborasi bersama KCGI Jepang bisa membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen Unusa untuk mendalami bidang AI sekaligus memperkuat kompetensi global di era transformasi digital,” ucapnya.
Sementara itu, The Kyoto College of Graduate Studies for Informatics (KCGI), Prof Ananda Nepal mengukapkan mahasiswa dapat memperoleh kompetensi dari berbagai platform pembelajaran global seperti Coursera dan edX maupun pelatihan industri profesional.
“Sertifikat digital nantinya dapat diverifikasi menggunakan sistem berbasis AI untuk pastikan keaslian dokumen, kesesuaian materi, dan relevansinya supaya capaian pembelajaran di perguruan tinggi,” ujarnya.
Lanjut Prof Ananda menjelaskan pemanfaatan AI untuk mengubah aktivitas akademik jadi media publik berbasis digital, aktivitas seperti kuliah, seminar, praktikum, sampai proyek mahasiswa bisa direkam dan diolah menjadi berbagai bentuk konten edukatif.
“Data pembelajaran berupa video, audio, maupun transkrip diproses menggunakan AI untuk hasilkan ringkasan materi, penerjemahan multibahasa, sampai pengelompokan informasi supaya mudah diakses Masyarakat, Hasil dapat dipublikasikan dalam bentuk podcast, video edukasi, maupun micro-credentials yang dapat dimanfaatkan lebih luas,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa konsep tersebut bisa mendorong perguruan tinggi jadi pusat distribusi pengetahuan digital, tidak hanya sebagai tempat pembelajaran formal di ruang kelas. [ren.kt]


