29.6 C
Sidoarjo
Tuesday, May 19, 2026
spot_img

M Nabil: Kejurprov Silat Instrumen Vital yang Tidak Bisa Ditunda


Surabaya, Bhirawa
Pengprov Ikatan Pencak Silat (IPSI) Jatim menggelar Kejuaraan Provinsi memperebutkan Piala BHS (Bambang Haryo Soekartono) 17-21 Mei 2026 di Gelora Pancasila.

Selain pembinaan event yang diikuti 390 pesilat ini juga sebagai ajang untuk menargetkan penambahan medali dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, M.Nabil yang hadir di Kejurprov mendukung penuh kejuaraan ini

“Kejurprov Pencak Silat ini instrumen vital yang tidak bisa ditunda, sebab menunggu siklus Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 dianggap terlalu mepet untuk mencari amunisi menuju Pra-PON. Saya mendorong agar seluruh proses penjaringan berlangsung transparan,” katanya.

Di sisi lain, kata Nabil, tantangan utama bukan hanya pada jumlah peserta. Tetapi, juga bagaimana mengubah menjadi prestasi nyata di tingkat nasional.

“Nah, sekarang yang harus dijawab adalah apakah jumlah tersebut berbanding lurus dengan prestasi,” tandasnya.

Ia juga memandang Kejurprov sebagai fondasi dalam menghadapi sejumlah agenda akbar seperti BK PON yang makin dekat. Karena itulah, sistem kompetisi berjenjang musti diperkuat. Mulai Kejurcab hingga Kejurkot sehingga seleksi benar-benar berbasis prestasi.

“Kalau menunggu Porprov 2027 tentu tidak memungkinkan, karena kita harus bersiap menghadapi BK PON yang sudah semakin dekat,” ungkap Nabil.

Meskipun pencak silat sering menjadi kontributor prestasi dalam ajang nasional maupun internasional, ia berharap Jatim sebagai gudang pendekar silat harus bisa tampil lebih dominan di PON. Karena, kata Nabil, Jatim belum pernah mendapat lebih dari tiga emas selama tiga edisi PON terakhir.

Berita Terkait :  Diikuti 46 Tim Bridge, Atlet Nasional dan Tim Singapura Bersaing di BTC Open

Sementara itu Ketua IPSI Jatim, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengatakan bahwa kejuaraan ini memiliki peran penting dalam memperkuat prestasi atlet silat Jawa Timur. Diketahui, selama ajang PON sebelumnya masih belum optimal.

“Ajang ini tentunya menjadi sarana seleksi bagi para juara untuk mengikuti Puslatda Jawa Timur yang akan datang,” kata Bambang Haryo, Senin (18/5).

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pembinaan atlet memang menjadi fokus utama agar Jatim mampu bersaing lebih perkasa di tingkat nasional.

“Diharapkan pada Pra-PON atau BK PON maupun PON mendatang, kita dapat meraih lebih banyak gelar juara,” tambahnya. [wwn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!