Gresik, Bhirawa — Kampung Songkok Kemuteran, Kecamatan Gresik, terus memperkuat pelestarian kerajinan tradisional melalui program edukasi dan eduwisata. Inisiatif ini tidak hanya mengenalkan proses pembuatan songkok kepada generasi muda, tetapi juga sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan Gresik tersebut.
Di sentra produksi ini, pembuatan songkok telah berlangsung turun-temurun di rumah-rumah warga dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Para pelajar yang berkunjung dapat menyaksikan langsung aktivitas para perajin, berkeliling kawasan kampung, hingga mengikuti berbagai kegiatan di Balai Serbaguna, Jalan KH. Kholil, Kelurahan Kemuteran.
Ketua Sentra Songkok Kemuteran Gresik, Nur Maulida Sakinah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkenalkan keberadaan UMKM perajin songkok kepada generasi muda sejak dini.
“Tujuannya agar anak-anak dan pelajar tahu bahwa di Kemuteran, khususnya kawasan Blandongan, ada UMKM yang bergerak di bidang pembuatan songkok. Mereka bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatannya,” ujar Sakinah, Senin (26/10/2026).
Keterampilan membuat songkok di Kampung Kemuteran sendiri telah diwariskan selama tiga generasi. Melalui edukasi sejak dini, diharapkan tumbuh rasa apresiasi terhadap produk lokal sekaligus minat generasi muda untuk melestarikan keterampilan tradisional tersebut.
Program eduwisata ini menawarkan tiga pilihan paket, yaitu basic, standard, dan luxury. Paket dasar mencakup tur mengelilingi sentra perajin dan pengenalan proses pembuatan songkok. Paket standar dilengkapi kegiatan melukis songkok berukuran kecil dengan pendampingan, sedangkan paket luxury memberikan kesempatan peserta mempraktikkan langsung seni melukis pada songkok ukuran standar.
Sakinah berharap semakin banyak sekolah yang menjadikan Kampung Songkok Kemuteran sebagai destinasi pembelajaran budaya berbasis UMKM. “Harapannya, masyarakat luas mengenal proses pembuatan dan lokasi Kampung Songkok Kemuteran. Kami ingin songkok buatan warga Kemuteran semakin dikenal, tidak hanya di Indonesia, tetapi hingga ke mancanegara,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMP ISLAMIC QON Yayasan Pondok Pesantren Al-Qona’ah Full Day School GKB Manyar Gresik, M. Abdul Jalil Jauhar, menyambut baik kegiatan pembelajaran luar kelas ini. Kunjungan ini diharapkan memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa, mulai dari pemahaman bahan baku hingga proses songkok menjadi produk siap pakai.
“Melalui kunjungan ini, siswa tidak hanya mengamati proses produksi, tetapi juga memperoleh informasi yang dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah. Bahkan konsep Persamaan Linier Dua Variabel pun dapat dipelajari penerapannya dalam kegiatan produksi dan perhitungan usaha,” pungkasnya. [kim.kt]




