32 C
Sidoarjo
Monday, October 26, 2026
spot_img

Lepas Fun Walk, Wagub Emil : Surabaya Bukan Hanya Kota Pahlawan, Juga Kebanggaan Santri

Surabaya, Bhirawa – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melepas ratusan santri untuk mengikuti jalan sehat yang dikemas dalam “Santri Fun Walk” dari halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, Minggu (25/10/2026).

 Wagub Emil pun mengajak untuk membangun narasi baru tentang Surabaya. Jika selama ini orang mengenal Surabaya lewat Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, hingga Jembatan Suramadu, kini saatnya Surabaya juga dikenal karena kiprah dari para santri.

“Kita ingin kalau orang membayangkan Surabaya, mereka akan teringat Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, mungkin Jembatan Suramadu, dengan berbagai ciri khas Surabaya. Tapi kita juga berharap, orang kalau ingat Surabaya akan ingat kiprah dari santri-santri Surabaya yang hebat,” pungkasnya.

Santri Fun Walk ini digelar PCNU Kota Surabaya sebagai bagian dari peringatan Hari Santri 2026. Bukan sekadar jalan sehat, Fun Walk ini menjadi penanda bahwa denyut santri hidup dan mewarnai jantung kota metropolis Surabaya.

“Di tengah Metropolisnya Kota Surabaya kita melihat adanya ketawadhuan dari para santri yang mewarnai kehidupan di kota metropolis ini,  maka boleh juga kita gelorakan bahwa Surabaya ini adalah juga kota kebanggaan para santri,” ajaknya.

Dalam sambutannya, Wagub Emil menegaskan Surabaya memiliki dua wajah kebanggaan. Surabaya dinilai sebagai kota terbesar di Asia Tenggara yang modern, sekaligus kota yang sejarahnya diukir dengan kiprah para santri dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia.

Berita Terkait :  Perkuat Azas Meritokrasi, Pemkot Malang Terapkan Manajemen Talenta ASN

“Surabaya ini adalah salah satu kota terbesar di Asia Tenggara, kota yang penuh sejarah. Bahkan kantor PCNU ini sudah ikut mengukir sejarah perjalanan bangsa, sejarah kepahlawanan bangsa. Inilah jejak luar biasa, tinta emas yang ditorehkan santri-santri Surabaya,” ujar Emil.

Di tengah gedung-gedung tinggi dan hiruk-pikuk metropolis, kata Emil, ada keteladanan yang nyata dari para santri seperti ketawadhuan, kesederhanaan, dan keikhlasan yang justru menjadi penyeimbang kehidupan kota.

“Di tengah metropolisnya Kota Surabaya, kita melihat bukti nyata adanya ketawadhuan dari para santri yang mewarnai kehidupan di kota ini. Maka boleh juga kita gelorakan bahwa Surabaya ini adalah juga kota kebanggaan para santri,” tegasnya.  [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!