32 C
Sidoarjo
Monday, October 26, 2026
spot_img

BSI International Expo 2026 Jadi Pintu UMKM ke Pasar Global

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bersama SEVP Consumer Product Solution BSI Wawan Setiawan melihat produk UMKM pada gelaran BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu, (25/10/2026)

Surabaya, Bhirawa. – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membuka BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Kegiatan yang di dukungan Danantara Indonesia tersebut mengusung kampanye Buy Local Go Global, dengan hadirkan lebih 400 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenant lokal, dan BSI targetkan 65 ribu pengunjung dengan potensi transaksi mencapai Rp5 triliun melalui aktivitas transaksi konsumen. Minggu, (25/10/2026)

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan bahwa penguatan produk lokal jadi langkah penting untuk membangun pelaku usaha yang mampu bersaing di pasar domestik maupun global, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri halal dunia.

“Kami optimistis bahwa untuk menuju panggung global membutuhkan komitmen bersama untuk bangga terhadap produk lokal dan menjadi local champion, inilah kami dorong di BSI International Expo 2026 dengan mengajak lebih dari 400 tenant lokal untuk menemukan peluang bisnisnya,” ujarnya.

Lanjut Anggoro menjelaskan besarnya pasar domestik menjadi modal penting bagi pengembangan industri halal nasional, Indonesia memiliki populasi muslim sekitar 253 juta jiwa atau 87,14 persen dari total penduduk yang berpotensi menjadi pasar bagi produk-produk lokal.

Berita Terkait :  Puncak HUT Bank Jatim Ke-64, Luncurkan Layanan Jatim Prioritas Syariah

“Potensi didukung pertumbuhan ekonomi halal global, berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/26, belanja konsumen muslim pada enam sektor ekonomi halal mencapai 2,60 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029, melalui kampanye Buy Local Go Global, BSI mendorong masyarakat semakin bangga menggunakan produk dalam negeri sekaligus membuka peluang bagi UMKM memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.

Anggoro mengukapkan meningkatnya minat masyarakat, terutama generasi muda, terhadap merek lokal jadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnis, penguatan pasar domestik perlu dilakukan sebagai fondasi sebelum produk unggulan Indonesia bersaing di pasar internasional.

“Produk lokal sekarang semakin beragam dan inovatif, baik dari sisi kualitas maupun desain, selain mendorong pertumbuhan usaha, penggunaan produk lokal juga memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan perputaran nilai ekonomi di dalam negeri,” tuturnya.

BSI International Expo 2026 menghadirkan berbagai produk dan layanan, mulai dari fesyen, perlengkapan olahraga, kosmetik, makanan dan minuman, perjalanan halal, properti, pembiayaan kendaraan, mobil listrik, hingga emas dan perhiasan, sejumlah program promosi dan diskon juga disiapkan untuk menarik pengunjung sekaligus meningkatkan transaksi produk lokal.

Anggoro menyampaikan untuk mendukung transaksi selama pameran, BSI mengoptimalkan layanan keuangan syariah melalui aplikasi BYOND by BSI, BEWIZE by BSI, jaringan lebih dari 6.000 ATM, mesin electronic data capture (EDC), BSI Agen, serta layanan remitansi.

Berita Terkait :  Ketua Banggar DPR RI Tekankan Akurasi Data Desil agar Subsidi Tepat Sasaran

“Sebagai bank syariah milik negara, BSI juga berkomitmen mendorong UMKM naik kelas melalui akses pembiayaan, layanan transaksi digital, konektivitas bisnis, dan pengembangan ekosistem halal. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki pasar global,” pungkasnya.

Ia menambahkan kehadiran jaringan BSI di Dubai jadi salah satu upaya membuka konektivitas dengan calon pembeli dan mitra bisnis potensial di pasar internasional, khususnya dalam pengembangan perdagangan dan industri halal.

“Bagi BSI, penguatan UMKM bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi bagaimana membuka akses terhadap pasar, teknologi, dan jejaring bisnis, kami memastikan pelaku usaha memiliki kesempatan untuk tumbuh, menciptakan nilai tambah, dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” imbuh Anggoro.

Anggoro berharap BSI kolaborasi antara UMKM, konsumen, layanan keuangan syariah, digitalisasi, dan konektivitas pasar dapat memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global. [ren.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!