Jember, Bhirawa – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengajak Laskar Sholawat Nusantara (LSN) menjadi mitra kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba. Ia menilai, dukungan masyarakat, termasuk kalangan pesantren, sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Sholawat Kebangsaan dalam rangka Milad ke-7 LSN Tahun 2026 di Alun-alun Jember, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 13.000 jamaah itu menjadi momentum Kapolda Jatim untuk mengajak organisasi masyarakat dan tokoh agama memperkuat pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dekananto menyebut Jawa Timur saat ini menghadapi persoalan serius terkait narkoba. Karena itu, Polda Jatim berkomitmen memberantas peredaran narkotika dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Di Jatim ini sudah darurat narkoba. Polda bertekad dan berikhtiar memberantas narkoba, karena narkoba bisa merusak masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Ia secara khusus meminta jajaran LSN ikut menyampaikan pesan kepada masyarakat agar menjauhi narkoba. Menurutnya, upaya pemberantasan tidak cukup hanya mengandalkan aparat kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat.
“Untuk itu, LSN kami mohon untuk bisa menyampaikan jauhi dan hindari narkoba. Jaga masa depan anak-anak kita agar tidak menjadi korban. Polisi butuh dukungan masyarakat untuk memberantas narkoba ini,” ujarnya.
Kapolda juga membuka peluang kolaborasi dengan LSN melalui program Dai Kamtibmas yang dikembangkan Polda Jatim. Program tersebut melibatkan tiga dai dari pondok pesantren di setiap desa untuk membantu menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.
Menurut Dekananto, jaringan tokoh agama dan pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak lingkungan keluarga dan desa.
Di hadapan ribuan jamaah, Kapolda yang baru menjabat itu juga menyampaikan pesan tegas kepada seluruh anggota kepolisian agar menjaga kepercayaan publik. Ia meminta jajarannya tidak melakukan tindakan yang menyakiti masyarakat, apalagi menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi.
“Jangan menyakiti masyarakat, jangan melukai hati masyarakat. Ambil hati masyarakat, jangan ambil harta masyarakat,” tegasnya.
Dekananto bahkan memastikan akan memberikan sanksi tegas terhadap anggota yang terbukti melakukan pemerasan terhadap warga.
“Kalau ada anggota kami yang meras, saya pastikan akan pecat,” tandasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan jika menemukan anggota polisi yang bertindak sewenang-wenang. Laporan tersebut dapat disampaikan melalui Presiden LSN, Gus Fawait.
“Kalau ada anggota saya yang menyakiti masyarakat, laporkan kepada saya lewat Presiden LSN Gus Fawait,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dekananto mengaku merasa dekat dengan masyarakat saat menghadiri kegiatan Milad ke-7 LSN. Ia menyebut undangan tersebut menjadi kegiatan pertama yang dihadirinya bersama organisasi tersebut sejak menjabat Kapolda Jatim.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai dan bu nyai yang telah merintis LSN dari bawah hingga berkembang seperti sekarang.
Dekananto berharap dukungan para tokoh agama dan seluruh anggota LSN dapat memperkuat tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya ucapkan selamat Milad ke-7 LSN. Dalam kesempatan baik ini, kami Kapolda yang baru tentunya mohon doa dan dukungan, khususnya yang tergabung dalam LSN untuk bisa memberikan pelayanan dan perlindungan untuk warga,” pungkasnya. [geh.kt]


