Desi Lusiana saat menyemangati semua peserta lomba Merangkai Ecobrick yang berlangsung di Gedung Sabha Husada Bhakti, Jumat (6/11).
Tulungagung, Bhirawa. – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menggelar lomba Marangkai Ecobrick, Jumat (6/11). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sabha Husada Bhakti Kantor Dinkes tersebut bertujuan untuk mengurangi polutan sampah.
Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, di sela lomba mengatakan saat ini sudah semakin banyak volume sampah plastik yang risikonya mencemari lingkungan.
“Karena itu, kami menggelar lomba Merangkai Ecobrick agar sampah plastik itu menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Menurut dia, Dinkes diharapkan menjadi role model atau panutan dalam meningkatkan kesehatan lingkungan. Khususnya di Kabupaten Tulungagung.
“Bahkan, kami saat ini sudah mulai mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK). Di kantor nantinya hanya akan menyediakan air galon di dispenser dengan gelas yang bisa daur ulang. Termasuk, ketika ada acara atau pertemuan di Kantor Dinkes Tulungagung snack box-nya tidak ada AMDK,” paparnya.
Desi Lusiana menyebut upaya-upaya itu agar volume sampah plastik dapat terkurangi.
“Sekarang sudah pelan-pelan banyak yang membawa tambler saat di kantor,” bebernya.
Diakui perempuan berjilbab ini, penghentian total mengonsumsi AMDK di lingkungan Dinkes Tulungagung belum bisa langsung diterapkan. Masih diperlukan waktu untuk membiasakannya.
“Tetapi, nantinya juga pasti ada kebijakan untuk penghentian total,” tandasnya.
Sebelumnya, Desi Lusiana mengungkapkan peserta lomba Merangkai Ecobrick yang merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 berasal dari intern Dinkes Tulungagung. Pesertanya 11 tim dari seluruh bidang dan sekretariat serta perwakilan Puskesmas di empat wilayah eks kawedanan.
“Mereka memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Seperti di antaranya membuat kursi dan meja,” katanya.
Ia pun berharap dengan lomba tersebut karyawan Dinkes Tulungagung dan Puskesmas dapat meningkat pengetahuan dan ketrampilannya dalam pengelolaan sampah. Baik itu di kantor maupun di rumah masing-masing. [wed.hel].


