27.4 C
Sidoarjo
Friday, November 6, 2026
spot_img

Helikopter Mi-17V5 Kecelakaan, Komisi I DPR RI Desak Evaluasi Keselamatan Operasi Pemadaman Karhutla

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin.

DPR RI Jakarta, Bhirawa. — Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kecelakaan helikopter water bombing Mi-17V5 di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Evaluasi tersebut perlu mencakup aspek keselamatan personel, kelayakan peralatan, hingga prosedur operasional di lapangan.

Politisi dari Fraksi Partai Golkar itu terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas gugurnya satu kru helikopter Mi-17V5 dalam kecelakaan tersebut. Ia menyebut pengorbanan almarhum sebagai bentuk dedikasi dan pengabdian kepada negara dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu kru helikopter Mi-17V5 saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Pengorbanan almarhum merupakan bentuk dedikasi dan pengabdian kepada negara. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Nurul di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Ia juga berharap lima kru yang selamat segera pulih dan dua kru lainnya dapat dievakuasi dengan selamat. Menurutnya, keselamatan petugas harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan misi kemanusiaan, termasuk operasi pemadaman karhutla.

“Saya juga berharap lima kru yang selamat segera pulih dan dua kru lainnya dapat dievakuasi dengan selamat. Keselamatan para petugas yang menjalankan misi kemanusiaan harus menjadi perhatian utama. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Berita Terkait :  Hari Perempuan Internasional 2026, Hetifah: Perempuan Berdaya Dimulai dari Pendidikan Berkualitas

Lebih lanjut, Nurul menegaskan bahwa pengabdian petugas yang menjalankan misi berisiko tinggi harus diimbangi dengan perlindungan dan dukungan keselamatan yang memadai. Karena itu, evaluasi terhadap peralatan dan prosedur operasional diperlukan agar seluruh aspek keselamatan benar-benar diperhatikan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Saya juga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi pemadaman karhutla, termasuk aspek keselamatan personel, kelayakan peralatan, dan prosedur operasional di lapangan. Jangan sampai pengabdian para petugas yang mempertaruhkan nyawa untuk melindungi masyarakat dan lingkungan tidak diimbangi dengan perlindungan serta dukungan keselamatan yang memadai,” tegasnya.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang kru dilaporkan meninggal dunia, lima orang selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit, sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi. [ira.hel).

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!