28 C
Sidoarjo
Thursday, September 10, 2026
spot_img

Gubernur Khofifah Luncurkan  Pusat Riset Pesantren, Targetkan 125 Periset Tahun ini

Pemprov Jatim, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan penguatan riset menjadi bagian penting dalam menyiapkan intelektual berbasis pesantren untuk mengambil peran dalam peradaban dunia. Karena itu, peluncuran Pusat Riset Pesantren dan Diniyah oleh Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jatim dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat tradisi intelektual pesantren. Peresmian Pusat Riset ini pun dilakukan Khofifah bersamaan dengan memberikan kuliah umum pada Studium Generale Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026, Kamis (10/9/2026).

“Apa yang kita lakukan pada hari ini tentu menjadi bagian penting untuk menyiapkan peradaban dunia dimulai dari intelektual berbasis pesantren yang ada di Jawa Timur,” kata Khofifah.

Menurutnya, berbagai upaya untuk memperbaiki sistem pendidikan, intelektualitas dan riset harus terus dilakukan secara bersama-sama. Potensi kekayaan intelektual yang dimiliki pesantren di Jawa Timur, lanjutnya, perlu terus dieksplorasi dan dikembangkan agar memberikan dampak lebih luas.

“Diskusi yang menyiapkan plan of action bagi perbaikan sistem pendidikan, sistem intelektualitas, riset, dan seterusnya, terus kita lakukan bersama-sama,” ujarnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai tambah. Ia menyinggung pentingnya hak kekayaan intelektual (HKI) agar hasil riset dapat terlindungi sekaligus memberi manfaat lebih luas.

“Jangan-jangan kita meneliti tapi tidak dipatenkan,” imbuh Khofifah.

Berita Terkait :  Komitmen Taman Budaya Jawa Timur, Lestarikan Budaya, Ajak Generasi Muda Cintai Wayang Kulit

Ia menilai penguatan riset tersebut sejalan dengan transformasi pendidikan yang tengah dikembangkan Pemprov Jatim. Pendidikan, perguruan tinggi maupun LPPD, menurutnya, harus mampu menghasilkan dampak nyata dengan menguatkan kompetensi, karakter, kreativitas, daya saing dan kemandirian.

“Ini program pendidikan harus berdampak, perguruan tinggi harus berdampak, dan seluruh LPPD juga harus berdampak,” tegasnya.

Khofifah berharap pusat riset tersebut mampu menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kontribusi intelektual pesantren. Ia mengajak para akademisi dan intelektual pesantren di Jawa Timur tidak hanya menyiapkan sarjana dan ulama, tetapi juga mengambil peran dalam membangun peradaban dunia.

“Bukan hanya sekadar menyiapkan sarjana dan ulama, tapi mari kita tangkap peradaban dunia melalui pendekatan Islam ramah, Islam toleran, Islam penuh kasih, Islam penuh damai dari para intelektual pesantren di Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPPD Jatim Prof Dr KH Abd Halim Soebahar MA menjelaskan, peluncuran Pusat Riset Pesantren dan Diniyah dilatarbelakangi capaian penelitian para penerima beasiswa LPPD. Dari berbagai program pendidikan, para penerima beasiswa telah menghasilkan lebih dari 40 buku yang merupakan hasil riset.

“Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa, baik S1, S2 yang ada di Mesir, Ma’had Aly maupun program S3, ternyata sudah menghasilkan produk yang sangat luar biasa. Produk-produk yang dipublish menjadi lebih 40 buku, itu adalah hasil riset mereka,” ungkap Halim.

Berita Terkait :  Apresiasi Capaian Pembangunan Pemprov Jatim, DPRD Jatim Dorong Pembangunan Manusia Lebih Merata di Seluruh Kabupaten/Kota

Ia mengatakan, kehadiran pusat riset tersebut akan diarahkan untuk memperkuat kemampuan penelitian dan publikasi para mahasiswa penerima beasiswa. Tahun ini, LPPD menargetkan melepas 125 periset pesantren khusus dari Indonesia, terutama Jawa Timur.

Selain itu, untuk penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di Mesir, LPPD menargetkan menerbitkan 30 buku yang merupakan hasil review terhadap 150 kitab. Hasil kajian tersebut akan menjadi referensi primer untuk mendukung penulisan tesis.

“150 kitab itu untuk menjadi referensi primer bahan penulisan tesis mereka. Jadi mereka memang dilatih untuk itu agar supaya mereka nanti bisa selesai tepat waktu,” jelasnya.

Khusus penguatan riset bagi mahasiswa di Mesir, LPPD akan mendatangkan sejumlah tim ahli ke Kairo untuk memberikan pelatihan selama empat hari. Pelatihan tersebut mencakup penulisan karya ilmiah dan metodologi riset.

Halim menjelaskan, pelatihan tersebut diperlukan karena program S1 di Mesir tidak memberikan materi khusus mengenai penulisan karya ilmiah dan metodologi riset.

“Jadi kami nanti membawa beberapa tim ahli ke Mesir agar supaya memberikan training selama empat hari di Kairo. Insyaallah hasilnya akan maksimal,” ujarnya.

Peluncuran pusat riset tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan pendidikan pesantren Jatim. Pada 2026, Pemprov Jatim memberikan beasiswa kepada 1.100 santri untuk jenjang S1, S2, S3, Ma’had Aly, S2 Al-Azhar Kairo Mesir, serta S1/S2 bidang STEM di perguruan tinggi negeri.

Berita Terkait :  Kunjungan Edukasi Bencana BPBD Jatim Naik saat Cuaca Ekstrem

Para penerima beasiswa tersebut berasal dari hasil seleksi 64 perguruan tinggi berbasis pesantren di Jawa Timur. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!