31.2 C
Sidoarjo
Friday, June 19, 2026
spot_img

Genjot Ekosistem Halal, Pemprov Jatim Dorong UKM Bersertifikat dan Sasar Pasar Ekspor

Pemprov Jatim, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan penguatan ekosistem halal sebagai motor penggerak ekonomi lokal dan nasional. Langkah ini tidak hanya fokus pada sertifikasi produk, tetapi membangun rantai nilai halal yang terintegrasi, mulai dari proses penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) Halal hingga pemasaran digital dan akses pembiayaan syariah.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Jatim, MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, menegaskan bahwa strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan jumlah UMKM serta produk bersertifikat halal, meningkatkan daya saing, dan memperluas pasar hingga tingkat internasional.

Target pertama adalah meningkatnya jumlah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tersertifikasi halal. Pemerintah Provinsi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar aktif mengurus perizinan dan sertifikasi halal. Afta menjelaskan, “Kalau cara kita menyembelih atau memotong hewan ini secara halal, maka produk olahan turunannya juga halal,” terang Afta saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).

Oleh karena itu, percepatan sertifikasi mulai dari hulu, RPH Halal menjadi kunci agar produk turunannya mendapatkan pengakuan halal secara menyeluruh. Penguatan akses pembiayaan syariah menjadi target kedua. Pembiayaan berbasis syariah diyakini dapat membuka peluang investasi yang lebih inklusif bagi UKM halal.
P
emerintah provinsi berencana mempererat kerja sama dengan lembaga keuangan syariah untuk menyusun produk pembiayaan yang sesuai kebutuhan usaha kecil, termasuk skema pembiayaan yang bersifat mikro dan berbasis bagi hasil yang ramah UKM.

Berita Terkait :  Masuk Tahun 2026, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Nasional Tetap Terjaga

Sasaran ketiga adalah pengembangan klaster industri halal dan kawasan industri yang mendukung skala produksi. Dengan adanya kawasan industri halal, rantai pasok produk halal dapat ditata lebih efisien, dari bahan baku, proses produksi bersertifikat, hingga distribusi yang memenuhi standar halal. Kawasan ini juga diharapkan menjadi magnet investasi dan pencipta lapangan kerja baru bagi masyarakat Jawa Timur.

Pengembangan ekonomi pesantren menjadi target strategis lain. Pesantren, selain sebagai pusat pendidikan agama, dianggap potensial sebagai pusat wirausaha dan penghasil produk halal berbasis kearifan lokal.Pemberdayaan pesantren mencakup pelatihan kewirausahaan, akses sertifikasi, dan fasilitasi pemasaran sehingga pesantren dapat ikut serta dalam ekosistem ekonomi syariah.

Digitalisasi pemasaran dan perluasan pasar ekspor menjadi pilar penting dalam mencapai target peningkatan ekspor produk halal asal Jawa Timur. Pemerintah mendorong UKM memanfaatkan platform digital untuk memperbesar jangkauan pasar, termasuk dukungan pendampingan teknis pemasaran digital, kemasan berstandar ekspor, dan akses ke pameran serta misi dagang internasional.

Untuk mewujudkan target peningkatan daya saing produk halal, pemerintah juga menekankan penguatan rantai pasok halal, mulai verifikasi bahan baku, sertifikasi sepanjang lini produksi, hingga logistik yang menjaga kehalalan produk. Logistik halal yang andal dianggap krusial agar produk tetap memenuhi klaim halal sampai ke konsumen akhir, terutama saat menembus pasar ekspor.

Dari sisi dampak ekonomi, Afta menuturkan bahwa pengembangan ekosistem halal diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi di sektor halal, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. “Target ini meliputi peningkatan volume UKM yang naik kelas, bertambahnya investor di kawasan industri halal, dan pertumbuhan nilai ekspor produk halal yang kompetitif,” cetus dia menambahkan.[aya.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!