Qowimuddin
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin meminta pengurus FKUB yang baru dikukuhkan aktif menjaga hubungan antarumat beragama. Terlebih, derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial berpotensi memicu kesalahpahaman yang berkembang menjadi persoalan lebih besar.
Hal ini disampaikan Wawali Kediri saat mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Pesantren .
Pengukuhan dilakukan dalam kegiatan silaturahmi FKUB-PK bersama Forkopimcam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Gedung Kecamatan Pesantren, Selasa (3/11). Kegiatan yang dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin itu juga diisi pembacaan Deklarasi Kerukunan Umat Beragama.
Menurut dia, komunikasi dan silaturahmi antartokoh agama maupun masyarakat perlu terus dibangun tanpa harus menunggu munculnya konflik. FKUB juga diminta menjalin kedekatan dengan para lurah, Forkopimcam, serta berbagai elemen masyarakat.
“Dengan begitu, ketika muncul perbedaan pandangan atau persoalan di lingkungan masyarakat, kita bisa segera mencari jalan keluarnya melalui dialog dan musyawarah,” ungkapnya.
Dia menambahkan, kerukunan tidak cukup diwujudkan melalui pertemuan formal. Namun, harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti kepedulian sosial, hubungan baik antartetangga, serta kegiatan bersama yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Pengurus FKUB juga diharapkan melibatkan generasi muda agar tumbuh dengan sikap saling menghargai. Sebab, kerukunan bukan berarti seluruh masyarakat harus memiliki kesamaan, melainkan mampu hidup berdampingan dan bekerja sama di tengah perbedaan.
“Melalui deklarasi yang dibacakan tadi, saya berharap semangat kerukunan tidak berhenti pada apa yang kita ucapkan bersama, tetapi terus kita wujudkan mulai dari lingkungan kita masing-masing,” pungkasnya.
Penguatan kerukunan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni). [van/nov.gat]


