Jombang, Bhirawa – Penelusur sejarah di Jombang, Moch. Faisol membeberkan data pendaftaran mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) atau Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1920 hingga 1922 yang bersamaan dengan waktu pendaftaran Bung Karno berkuliah di sekolah tersebut.
Dalam data yang diperoleh Faisol tersebut, terdapat data lahir mahasiswa yang dituliskan berdasarkan nama karesidenan, regentschap (kabupaten), district hingga onderdistrict.
“Data ini saya dapatkan dari Mas Tjahjana Indra Kusuma, pemerhati sejarah dan cagar budaya. Sumber data dari UPT Perpustakaan ITB,” terang Moch. Faisol.
Dengan adanya data tabulasi mahasiswa THS/ITB kata Moch. Faisol, dapat disimpulkan bahwa pada tahun 1920 hingga 1922 itu tidak ada standarisasi penulisan tempat lahir. Dalam arti, bisa ada yang ditulis berdasarkan nama karesidenan, kabupaten, distrik, dan lokasi di bawah distrik atau onderdistrict.
Dia memaparkan, ada mahasiswa THS yang dituliskan lahir di Soerabaia (Surabaya), Batavia (Jakarta), Buttenzorg (Bogor), Peterongan, Sumberperkul, Walikukun, Segeri, Wonokromo, Kemuning, maupun Condro.
“Sehingga tidak bisa kemudian disimpulkan penulisan tempat lahir pada masa itu mengacu berdasarkan nama kabupaten saja. Nyatanya ada yang ditulis berdasarkan karesidenan, kabupaten, district dan onderdistrict,” urai Moch. Faisol, Selasa (7/7/2026).
“Jadi tidak bisa tulisan data ITB yang menyatakan Bung Karno lahir Surabaya 6 Juni 1902 diasumsikan sebagai sebagai kota Surabaya,” tegas Faisol.
Moch. Faisol menyebutkan, terdapat data lahir sekitar 26 mahasiswa THS pada masa itu yang malah dituliskan berdasarkan nama karesidenan.
“Ada yang lahir di Soerabaia, Buttenzorg, Batavia, Kediri, dan Djokjakarta,” terang Faisol.
“Sehingga tidak bisa kemudian diasumsikan bahwa penulisan tempat lahir pada masa itu berdasarkan kabupaten atau regentschap,” tandas Faisol.
Faisol mengemukakan, penjelasan ini disampaikan agar publik memahami tentang penulisan tahun kelahiran berdasarkan pendaftaran mahasiswa THS/ITB pada tahun 1920 hingga 1922.
“Jadi boleh dituliskan berdasarkan karesidenan. Seperti Bung Karno yang dituliskan lahir di Soerabaia 6 Juni 1902, padahal lahir di Ploso. Di mana pada saat itu Ploso merupakan bagian dari wilayah Karesidenan Soerabaia (Surabaya),” pungkas Moch. Faisol. [rif.kt]


