Bondowoso, Bhirawa. – Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, mendorong penyaluran bantuan alat usaha produktif melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar menjadi jalan bagi masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Hamid saat menghadiri kegiatan Penyerahan Bantuan Alat Usaha Produktif BAZNAS Tahun 2026 di Pendopo Raden Bagus Assra (RBA) Bondowoso, Selasa (3/11).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 144 penerima manfaat dari 23 kecamatan menerima bantuan peralatan usaha produktif. Program ini merupakan salah satu upaya pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus membangun sumber penghasilan secara mandiri.
Bupati Abd Hamid Wahid mengatakan, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian peralatan, melainkan bentuk kepedulian sosial yang diharapkan mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Hari ini Kita menyaksikan 144 saudara kita menerima bantuan alat usaha produktif. Mereka datang dari 23 kecamatan, dari lereng gunung hingga pelosok desa, dan membawa harapan yang sama, hidup yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi BAZNAS Bondowoso dan seluruh muzaki yang telah berkontribusi dalam menghimpun serta menyalurkan zakat untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan zakat perlu diarahkan pada program-program produktif agar manfaatnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi dalam jangka panjang.
“Harapan tersebut dijawab melalui program BAZNAS. Dana zakat yang dikumpulkan dari para muzaki tidak hanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk alat usaha. Dengan alat itu, para penerima dapat memperoleh penghasilan sendiri secara mandiri dan berkelanjutan. Atas kepedulian ini, saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS dan seluruh muzaki,”tuturnya.
Bupati Hamid menjelaskan, program bantuan alat usaha produktif tersebut juga sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Bondowoso sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Upaya membangun Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk melalui penguatan kepedulian sosial dan pembangunan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal.
Ia menilai, zakat yang ditunaikan dengan penuh keikhlasan merupakan wujud keimanan dan ketakwaan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
“Dengan kata lain, setiap alat yang kita serahkan hari ini adalah satu batu bata bagi bangunan Bondowoso yang tangguh,” tegasnya.
Ra Hamid berpesan agar peralatan yang diberikan dirawat dan dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha. Ia menekankan pentingnya kejujuran, ketekunan, dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha agar bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.
Lebih jauh, Ia berharap program pemberdayaan tersebut mampu mendorong perubahan kondisi ekonomi penerima manfaat hingga mereka kelak dapat berkontribusi membantu masyarakat lainnya melalui zakat.
“Saya berharap suatu hari nanti Bapak dan Ibu tidak lagi menjadi penerima, tetapi berubah menjadi pemberi zakat. Itulah keberhasilan yang sesungguhnya,” pesannya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Bondowoso, KH. Ahmadi, menjelaskan bahwa 144 set bantuan peralatan usaha disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi usaha masing-masing penerima manfaat.
Bantuan yang disalurkan meliputi peralatan cukur, kompresor, mesin jahit, mesin obras, peralatan pertukangan, alat penggorengan, etalase, hingga rombong untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat.
Penentuan jenis bantuan dilakukan berdasarkan permohonan masyarakat yang masuk ke BAZNAS. Untuk memastikan pemerataan dan ketepatan sasaran, BAZNAS juga melibatkan para camat dalam mengoordinasikan usulan bantuan dari masing-masing desa.
Masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa dan kecamatan dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Program tersebut juga diarahkan untuk membantu kelompok masyarakat rentan, termasuk para janda yang memiliki potensi dan kemauan untuk mengembangkan usaha produktif.
Di sisi lain, BAZNAS Bondowoso mencatat peningkatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah hingga mencapai Rp105 juta pada Oktober 2026. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp800 ribu.
Meski demikian, Ketua BAZNAS Bondowoso KH. Ahmadi menyebut potensi penghimpunan ZIS di Kabupaten Bondowoso masih dapat ditingkatkan. Dengan asumsi 50.000 orang menyalurkan zakat atau infak sebesar Rp8.000 per bulan, potensi penghimpunan dana diperkirakan mencapai Rp400 juta setiap bulan atau Rp4,8 miliar dalam setahun.
“Potensi kita sebenarnya bisa mencapai Rp400 juta per bulan. Kalau dikalikan satu tahun, bisa mencapai Rp4,8 miliar. Jadi, capaian sekarang masih sangat jauh dari potensi yang bisa kita maksimalkan,” ungkapnya.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, BAZNAS Bondowoso berencana memperluas sosialisasi dan edukasi zakat, infak, serta sedekah hingga ke tingkat desa melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan.
BAZNAS juga akan berkirim surat kepada para kepala desa beserta perangkatnya untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah secara sukarela tanpa unsur paksaan.
Selain menyasar masyarakat umum, BAZNAS merencanakan edukasi sedekah di lingkungan sekolah, mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Dalam program tersebut, siswa akan diajak membiasakan diri bersedekah dengan nominal yang disesuaikan, yakni Rp500 untuk siswa SD dan sekitar Rp750 bagi siswa SMP.
Dana yang terkumpul nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat melalui program sosial, termasuk beasiswa bagi para siswa. Program ini diharapkan dapat menanamkan kepedulian sosial sejak dini sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan pendidikan.
“Rencananya kita datang ke sekolah-sekolah. Anak-anak kita ajari bersedekah, kemudian dana yang terkumpul akan kita kembalikan lagi kepada masyarakat, salah satunya melalui beasiswa,”tandasnya. [san.hel]


