Polres Pasuruan, Bhirawa. – Di tengah dinamika ekonomi yang terus berputar, kepastian ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan menjadi fondasi utama ketenteraman masyarakat.
Hal inilah yang mendorong Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Pasuruan bersama sejumlah instansi terkait turun langsung melakukan pemantauan intensif di dua pusat perniagaan tradisional utama di Kabupaten Pasuruan, yakni Pasar Bangil dan Pasar Pandaan, Selasa (3/11).
Langkah proaktif itu dilakukan untuk memastikan denyut nadi perekonomian rakyat tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti. Pemantauan lapangan tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektoral yang solid. Mulai dari jajaran TNI-Polri, Pemkab Pasuruan, Perum Bulog, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) hingga Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan.
Rombongan gabungan menyusuri lorong-lorong pasar, mendatangi satu per satu lapak pedagang eceran maupun toko kelontong. Mereka membedah langsung kondisi riil di tingkat pedagang, mulai dari memastikan pasokan komoditas tetap mengalir hingga memantau pergerakan harga harian.
Wakapolres Pasuruan, Kompol Andy Purnomo yang memimpin langsung jalannya peninjauan, menegaskan kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.
”Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan koordinasi lintas instansi dalam rangka memantau ketersediaan pasokan serta perkembangan harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Pasuruan,” ujar Andy di sela-sela peninjauan.
Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, kabar baik disuguhkan bagi warga Kabupaten Pasuruan. Sejumlah komoditas pangan penting yang menjadi kebutuhan sehari-hari dipastikan berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, hingga telur ayam terpantau tersedia di lapak para pedagang. Tidak hanya itu, tingkat harga dari sebagian besar bahan pokok juga masih berada dalam batas kewajaran dan relatif stabil.
Kendati demikian, pihak kepolisian tidak ingin kecolongan. Kompol Andy secara tegas mengingatkan para pelaku usaha, baik di tingkat distributor maupun pedagang eceran, untuk tidak memanfaatkan situasi demi keuntungan sepihak yang dapat mencekik masyarakat.
”Kami berharap seluruh pedagang tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan maupun praktik perdagangan yang dapat merugikan masyarakat,” jelas Andy.
Kompol Andy juga menekankan pentingnya kelancaran rantai pasok dari para distributor dan pemasok. Menurutnya, jaminan kelancaran distribusi menjadi kunci utama agar ketersediaan bahan pokok di pasar tidak terputus.
Pemantauan secara berkala pun dipastikan akan terus digencarkan guna mengantisipasi potensi lonjakan harga atau kelangkaan komoditas di kemudian hari. Meski berada di bawah satu wilayah administratif kabupaten, hasil pemantauan Satgas Pangan mencatat adanya dinamika dan selisih harga pada beberapa komoditas tertentu antara Pasar Bangil dan Pasar Pandaan.
Perbedaan yang paling mencolok tampak pada komoditas cabai merah keriting, cabai rawit merah, serta daging sapi.
Diantara perbandingan harga bahan pokok di kedua pasar ini berdasarkan catatan Satgas Pangan. Yakni, Beras SPHP di Pasar Bangil mencapai Rp12 ribu per kilogram dan di Pasar Pandaan Rp12 ribu per kilogram. Cabai Merah Keriting di Pasar Bangil mencapai Rp45 ribu per kilogram dan di Pasar Pandaan Rp40 ribu per kilogram atau (Selisih Rp5 ribu lebih tinggi di Bangil)
Para pengamat pasar menilai adanya variasi harga itu masih wajar, mengingat faktor jarak tempuh distribusi dari daerah sentra produksi serta biaya operasional pengangkutan yang ditanggung masing-masing pedagang. Secara keseluruhan, fluktuasi tipis tersebut belum memicu gejolak berarti di tengah masyarakat.
Dari pengawasan yang konsisten dan sinergi yang terbangun rapi, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terkontrol, sehingga kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Pasuruan senantiasa terpenuhi dengan baik. [hil.fen]


